- Telepon : +(62) 811 555 1962
- Email : humas@unmul.ac.id
- Jam Kerja : Senin - Jumat : 08:00 - 16:00
Universitas Mulawarman
Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (LPMPP) melalui Pusat Pengembangan Pembelajaran Karakter Universitas Mulawarman (UNMUL) secara resmi membuka kegiatan Sertifikasi Mentor Praktikum Agama Islam (PAI) yang ke-26 pada tahun 2026 ini, Sabtu (30/5/2026). Acara yang dijadwalkan berlangsung selama tiga hari tersebut di Universitas Mulawarman (UNMUL) didesain khusus untuk menyiapkan sekaligus menyaring mentor-mentor yang memenuhi kualifikasi standar mentoring mahasiswa, khususnya bagi angkatan baru tahun 2026.
Ketua Umum Badan Pelaksana Praktikum Agama Islam, Asyam Muhadzdzib, dalam sambutannya menegaskan pentingnya pelatihan ini sebagai langkah standardisasi kompetensi. Peserta yang dinyatakan lulus dari program Madrasah Mentor ini nantinya akan dikukuhkan sebagai mentor resmi dan datanya tercatat langsung di Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (LPMPP).
"Sertifikasi Mentor Praktikum Agama Islam ini adalah kegiatan yang memang disiapkan agar para mentor memenuhi kualifikasi dalam membimbing mentoring mahasiswa baru angkatan 2026. Apa yang kita lakukan selama tiga hari di sini, pasti akan sangat berguna untuk masa depan kita," ujar Asyam Muhadzdzib saat memberikan sambutan.
Turut hadir memberikan arahan sekaligus membuka acara secara resmi, Kepala Pusat Pengembangan Pembelajaran Karakter (MPK), Joko Susilo, S.Pd.I., M.Si., Dalam pidatonya, ia merefleksikan dinamika jumlah peserta mentoring yang sempat mengalami pasang surut akibat dampak pandemi COVID-19 dalam beberapa tahun terakhir.
"Jika sebelumnya kuota peserta berada di angka 300 hingga 400 orang, akibat adanya berbagai efisiensi dan masa transisi pasca COVID, tahun kemarin sempat disesuaikan menjadi 200 peserta. Untuk tahun ini, kita berjalan dengan kekuatan sekitar 150 peserta," ungkap Joko Susilo.
Meskipun terjadi penyesuaian jumlah peserta, ia menekankan bahwa esensi dan tanggung jawab seorang mentor tidak boleh berkurang. Para mentor yang nantinya lulus dan bersertifikasi memiliki tugas mulia untuk melatih serta mendampingi mahasiswa dalam pelaksanaan praktikum agama Islam.
Lebih lanjut, Kepala Pusat Pengembangan Pembelajaran, Joko Susilo membagikan motivasi dan pengalaman personalnya mengenai metode pembelajaran yang paling efektif. Menurutnya, menjadi seorang pengajar atau mentor adalah cara tercepat untuk mematangkan kapasitas diri sendiri.
"Belajar yang paling praktis dan paling mudah melekat di dalam pikiran adalah dengan mengajar. Ketika kita diberi amanah untuk mengajar orang lain, secara otomatis kita dipaksa untuk belajar dan bersiap diri agar tidak mempermalukan diri sendiri di depan adik-adik tingkat," jelasnya.
Ia juga berpesan kepada seluruh panitia, mentor, dan peserta untuk meluruskan niat dalam menjalankan tugas ini semata-mata karena ibadah. Melalui proses yang konsisten dan keyakinan yang kuat, ia optimis kegiatan ini akan melahirkan generasi yang bertakwa, berakhlak mulia, dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
Penulis: Rijen Pabintan
Editor: Sulkarnain
Foto: Siti Halimah
Tanggal : 30 Mei 2026