- Telepon : +(62) 811 555 1962
- Email : humas@unmul.ac.id
- Jam Kerja : Senin - Jumat : 08:00 - 16:00
Universitas Mulawarman
Dosen Program Studi (Prodi) Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Mulawarman (UNMUL), Ainun Ni’matu Rohmah, S.Sos., M.M., memimpin penelitian hibah BIMA 2026 yang mengkaji komunikasi dialogis dalam pengembangan komunitas ekowisata pesisir di Kota Bontang dan Kabupaten Berau.
Bersama tim peneliti lintas disiplin, penelitian ini berfokus pada relasi antaraktor dalam model kolaborasi heksa helix yang melibatkan pemerintah, masyarakat, akademisi, dunia usaha, media, dan organisasi nonpemerintah. Penelitian dilakukan untuk memahami bagaimana komunikasi dan kolaborasi dapat mendorong kemandirian komunitas wisata.
Menurut Ainun, kajian ini berangkat dari temuan penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa sejumlah program pengembangan masyarakat masih berpotensi menciptakan ketergantungan terhadap pihak luar. Karena itu, tim ingin melihat apakah dialog yang selama ini terjadi benar-benar memberi ruang bagi seluruh pihak untuk menyampaikan aspirasi.
“Bisa jadi yang selama ini dianggap dialog ternyata belum benar-benar dialog. Ada suara yang tidak tersampaikan dan kebutuhan masyarakat yang belum sepenuhnya terakomodasi,” jelasnya.
Melalui wawancara dan Focus Group Discussion (FGD) di Kota Bontang dan Kabupaten Berau, tim menemukan tingginya antusiasme berbagai pemangku kepentingan dalam membahas pengembangan pariwisata berkelanjutan. Forum tersebut mempertemukan pemerintah, pelaku usaha, perusahaan, media, NGO, dan masyarakat dalam satu ruang diskusi.
Selain pola komunikasi, penelitian juga menyoroti tantangan keberlanjutan lingkungan, seperti persoalan sampah di kawasan wisata pesisir. Namun, tim melihat mulai tumbuh kesadaran masyarakat dan berbagai pihak untuk menjaga kelestarian lingkungan seiring berkembangnya sektor pariwisata.
Ainun berharap hasil penelitian ini dapat menjadi rujukan bagi para pemangku kepentingan dalam membangun kolaborasi yang lebih inklusif. “Kuncinya adalah saling berdiskusi dan saling mendengarkan agar pengembangan pariwisata dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat,” pungkasnya.
Penulis: Tasya Dwi Namira
Editor: Sulkarnain
Tanggal : 26 Juni 2026