Universitas Mulawarman

Berita

Images Images

Universitas Mulawarman

KKN Kolaborasi 2026 Berakhir, Sinergi Pengabdian Terus Berlanjut

Rangkaian KKN Kolaborasi Tahun 2026 resmi berakhir di Universitas Mulawarman (UNMUL). Penutupan sekaligus serah terima kembali mahasiswa dilaksanakan di Ruang Serbaguna Rektorat UNMUL Lantai 4, Selasa (29/9/2026), setelah mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi menjalankan kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui program KKN Kolaborasi yang mengusung semangat sinergitas kampus berdampak bagi desa dan pencapaian SDG’s.

Dalam laporannya, Kiswanto, S.Hut., M.P., Ph.D., menyampaikan bahwa KKN Kolaborasi 2026 berawal dari gagasan untuk mempertemukan perguruan tinggi dalam satu gerakan pengabdian kepada masyarakat. Tahun ini, kolaborasi melibatkan sembilan perguruan tinggi dengan 3.420 mahasiswa yang tersebar di 10 kabupaten/kota, 85 kecamatan, dan 377 lokasi KKN.

“Berkumpul mungkin sulit, tapi berkolaborasi bisa kita lakukan,” ujar Kiswanto, Ph.D.

Mengusung tema “Sinergitas Kampus Berdampak dalam Meningkatkan Indeks Desa Mendukung Pencapaian SDG’s”, KKN Kolaborasi tidak hanya melibatkan mahasiswa, tetapi juga dosen pembimbing serta mitra dari unsur pemerintah dan swasta. Pelaksanaan di lapangan berlangsung pada 13 Juli hingga 22 Agustus 2026, dengan sejumlah luaran yang dihasilkan, di antaranya 377 artikel pengabdian yang telah didiseminasikan serta 393 video profil SDG’s dan desa binaan yang telah memperoleh sertifikat HKI.

Apresiasi terhadap pelaksanaan KKN Kolaborasi juga disampaikan Rektor Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta), Prof. Dr. Ir. Ince Raden, M.P. Menurutnya, kolaborasi sembilan perguruan tinggi menjadi pengalaman penting bagi mahasiswa sekaligus membuka ruang penguatan sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat.

Prof. Ince berharap KKN Kolaborasi dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dengan melibatkan lebih banyak pemangku kepentingan dan perguruan tinggi. Menurutnya, keberlanjutan kolaborasi diperlukan agar program yang dijalankan mahasiswa dapat memberikan dampak yang lebih nyata bagi masyarakat, khususnya desa-desa lokasi KKN.

“Ke depan tentunya kami berharap dengan sangat bahwa sinergitas KKN Kolaborasi ini harus terus kita lakukan, bahkan kalau bisa kita jadikan sebagai agenda rutinitas kita setahun,” ujar Prof. Ince.

Ia juga mengapresiasi mahasiswa yang telah beradaptasi dan bekerja bersama dalam satu tim lintas perguruan tinggi selama berada di tengah masyarakat. Pengalaman tersebut, menurutnya, menjadi bagian dari proses pembelajaran mahasiswa sekaligus kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan di Kalimantan Timur (Kaltim).

“Dengan apa yang Anda dapatkan saat ini, itu juga sudah luar biasa. Oleh karena itu, kami menyampaikan apresiasi dan bahkan sangat bangga dari hasil kerja-kerja Anda mengabdi di tengah-tengah masyarakat,” tutur Prof. Ince.

Sementara itu, Plt. Asisten Administrasi Umum Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Timur, Muhaimin, S.T., M.T., yang mewakili Gubernur Kalimantan Timur, mengapresiasi pelaksanaan KKN Kolaborasi 2026 yang mempertemukan sembilan perguruan tinggi, pemerintah daerah, mitra pembangunan, dan masyarakat dalam satu rangkaian pengabdian. 

Muhaimin, M.T., juga menyampaikan perkembangan positif pembangunan desa di Kalimantan Timur. Berdasarkan informasi dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kaltim, sebanyak empat desa tertinggal berhasil meningkat menjadi Desa Berkembang, sementara 50 Desa Maju meningkat menjadi Desa Mandiri.

Menurutnya, KKN tidak hanya menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menjalankan program pengabdian, tetapi juga menjadi proses pembelajaran bersama masyarakat melalui identifikasi persoalan, penggalian potensi, serta pengembangan inovasi yang dapat mendukung pembangunan desa.

“Ke depan, diharapkan kolaborasi ini semakin kuat sehingga KKN bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan bagian penting dari ekosistem pembangunan daerah,” ujar Muhaimin, M.T., saat membacakan sambutan Gubernur Kaltim.

Ia berharap berbagai hasil KKN, baik berupa pengetahuan, inovasi, dokumentasi, maupun rekomendasi, dapat terus dimanfaatkan oleh pemerintah daerah dan masyarakat. Pemerintah Provinsi Kaltim juga menyambut evaluasi pelaksanaan KKN sebagai bahan penyempurnaan program pada tahun-tahun berikutnya.

Pada kesempatan tersebut, Muhaimin secara resmi mengakhiri pelaksanaan KKN Kolaborasi Tahun 2026 dan menyerahkan kembali mahasiswa kepada perguruan tinggi masing-masing. Ia berharap sinergi yang telah terbangun dapat terus dilanjutkan untuk mendukung pembangunan dan pemberdayaan masyarakat di Kalimantan Timur.

Dengan berakhirnya rangkaian KKN Kolaborasi 2026, mahasiswa dari sembilan perguruan tinggi resmi diserahkan kembali kepada perguruan tinggi masing-masing. Penutupan ini sekaligus menjadi penanda berakhirnya pelaksanaan KKN di lapangan dan awal dari keberlanjutan berbagai pengetahuan, inovasi, serta hasil pengabdian yang telah dikembangkan bersama masyarakat.

 

Penulis: Salsabila Mutia Zulfa

Editor: Sulkarnain

Foto: Ahmad Yusuf

Tanggal : 29 September 2026

UNMUL KKN Kolaborasi Kalimantan Timur SDG's Kampus Berdampak Pemerintah Provinsi