Universitas Mulawarman

Berita

Images Images Images Images Images Images Images Images Images Images Images Images Images Images

Universitas Mulawarman

Perluas Keanggotaan dan Suksesi Kepemimpinan, AGM KUUB 2026 Perkokoh Kolaborasi Perguruan Tinggi se-Borneo

​Semangat kolaborasi pendidikan tinggi di Pulau Borneo kembali bergemuruh. Konsortium University Universitas Borneo (KUUB) sukses menyelenggarakan rangkaian Annual General Meeting (AGM) & KUUB International Convention (KIC) 2026 yang dihelat di Crystal Room Hotel Mercure Samarinda, Rabu (21/10/2026). 

Agenda hari kedua pertemuan tingkat tinggi ini menjadi momentum strategis bagi perguruan tinggi negeri dari tiga negara Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam untuk memperkuat jejaring riset, inovasi, serta pengembangan talenta regional.​

Sambutan Hangat Tuan Rumah dan Kepemimpinan KUUB

Acara pembukaan yang sarat keakraban ini dibuka dengan sambutan dari tuan rumah, Rektor Universitas Mulawarman (UNMUL), Prof. Dr. Ir. H. Abdunnur, M.Si., IPU., ASEAN Eng., ia menyampaikan apresiasi mendalam atas kehadiran para pimpinan universitas serumpun di tanah Borneo. 

Prof. Abdunnur menekankan pentingnya sinergi antarlembaga dalam menghadapi era baru pembangunan kawasan, terutama dengan hadirnya Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur (Kaltim).

​"Keberhasilan KUUB seharusnya tidak diukur hanya dari jumlah pertemuan yang kita organizir atau perjanjian yang kita teken. Lebih dari itu, kesuksesan kita harus tercermin dalam manfaat nyata yang dibawa oleh kerja sama ini kepada universitas, mahasiswa, komunitas akademik, and society," ujar Prof. Abdunnur dalam sambutannya.

​Senada dengan hal tersebut, KUUB Chairman yang mendampingi jalannya sidang, Prof. Dr. Sharul Razid Sarbini, menyampaikan rasa syukurnya atas perkembangan pesat konsorsium sejak pertama kali dirintis pada 2023 di Kuching, Serawak, Malaysia. Ia juga mengumumkan tonggak sejarah baru di mana keanggotaan KUUB kini telah berkembang dari 16 institusi pendiri menjadi 20 perguruan tinggi terkemuka di Pulau Borneo.

Sidang pleno AGM 2026 membahas sejumlah laporan pertanggungjawaban, evaluasi klaster strategis (pendidikan, riset, inovasi, dan keterlibatan komunitas), serta penandatanganan amandemen dokumen kesepahaman (Deed of Understanding / DoU) untuk perpanjangan masa bakti konsorsium hingga tahun 2033.

​Beberapa poin penting yang berhasil disepakati dalam forum ini meliputi:

Perluasan Anggota Baru: Resmi menyambut lima institusi baru dari Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam ke dalam keluarga besar KUUB, termasuk Institut Teknologi Kalimantan (ITK) dan UIN Sultan Haji Muhammad Idris Samarinda.

Peluncuran KUUB Student Chapter: Wadah kepemimpinan mahasiswa tingkat regional resmi dibentuk untuk menjembatani kolaborasi antar-mahasiswa lintas negara dengan kepengurusan perdana yang dipimpin oleh perwakilan mahasiswa dari Universitas Teknologi Malaysia (UTM) dan institusi mitra lainnya.

Estafet Kepengurusan Baru (2027–2029): Forum secara mufakat menetapkan Brunei Darussalam sebagai tuan rumah sekaligus pemegang kepemimpinan ketua KUUB berikutnya, yakni Prof. Madya Abdul Nasir sebagai KUUB Chairman yang baru, didukung Dr. dr. H. Iwan Aflanie, M.Kes., Sp.F., SH., sebagai Deputy Chairman I dan Prof. Madya Dr. Rozita sebagai Deputy Chairman II serta menunjuk Prof. Dr. Shahrul Razid Sarbini sebagai Penasihat (Advisor) KUUB untuk menjaga kesinambungan visi konsorsium.

Visi Menuju “One Borneo, One Spirit”

​Dalam sesi wawancara khusus usai sidang, Ketua KUUB yang baru terpilih, Prof. Madya Abdul Nasir menegaskan komitmennya untuk mempererat integrasi riset dan kolaborasi akademik tanpa batasan teritorial negara. "saya ingin membuat Borneo kita tidak terkotak-kotak seperti Brunei, Malaysia, atau Indonesia. Saya ingin membuat satu Borneo, One Borneo and One Spirit," ungkap Prof. Madya Abdul Nasir penuh optimisme.

​Sementara itu dalam sesi wawancara singkat, Ketua Panitia KUUB 2026, Ir. Irman Irawan, S.Pi., M P., M.Sc., Ph.D., IPU., menambahkan bahwa rangkaian KIC 2026 ini dirancang dalam tiga agenda besar yakni konvensi akademik dan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance), rapat umum tahunan Annual General Meeting (AGM) serta agenda penutup berupa kunjungan kerja delegasi ke kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) pada hari berikutnya. 

Kunjungan ke IKN ini diharapkan mampu memberikan pemahaman langsung kepada para akademisi dan pimpinan universitas dari negara tetangga mengenai progres pembangunan ibu kota baru yang mengusung prinsip keberlanjutan (sustainable development) sekaligus membuka peluang emas bagi perluasan kerja sama riset dan investasi strategis di tanah Borneo.

 

Penulis: Rijen Pabintan

Editor: Sulkarnain

Foto: Ahmad Baharuddin

Tanggal : 21 Oktober 2026

KUUB UNMUL AGM KIC Kolaborasi Pulau Borneo Indonesia Malaysia Brunei Darussalam Kalimantan Timur