- Telepon : +(62) 811 555 1962
- Email : humas@unmul.ac.id
- Jam Kerja : Senin - Jumat : 08:00 - 16:00
Universitas Mulawarman
Upaya memperkuat kapasitas masyarakat desa berbasis potensi lokal terus dilakukan melalui kolaborasi lintas disiplin ilmu di lingkungan Universitas Mulawarman (UNMUL). Dosen dari Fakultas Kehutanan dan Lingkungan Tropis (FKLT) bersama Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UNMUL berkolaborasi melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang didukung pendanaan Hibah BIMA Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) di Desa Manunggal Jaya, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara, Minggu (17/5/2026).
Melalui kegiatan bertajuk “Peningkatan Kapasitas Kelompok Tani Hutan Fajar Lestari melalui Pelatihan Penyulingan Minyak Atsiri Kayu Putih Berstandar SNI”, tim akademisi berupaya menghadirkan pendekatan pemberdayaan yang tidak hanya berfokus pada aspek teknis produksi, tetapi juga penguatan kelembagaan masyarakat desa sebagai fondasi keberlanjutan ekonomi lokal.
Kegiatan yang dipusatkan di Pendopo Desa Manunggal Jaya tersebut melibatkan pemerintah desa, Kelompok Tani Hutan (KTH) Fajar Lestari, dosen, mahasiswa, serta masyarakat sekitar. Pada tahap awal, peserta memperoleh sosialisasi dan pengenalan mengenai minyak atsiri kayu putih, potensi ekonominya, hingga tahapan proses produksi sebagai bagian dari pemanfaatan hasil hutan non-kayu.
Peserta diperkenalkan pada proses pengolahan minyak atsiri mulai dari identifikasi bahan baku, teknik penanganan awal, proses pemasakan atau penyulingan, hingga praktik pemisahan minyak dan air. Pendekatan ini diharapkan dapat membuka wawasan masyarakat mengenai peluang pengembangan produk turunan kehutanan yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.
Ketua Tim PKM, Prof. R.R. Harlinda Kuspradini, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari strategi pemberdayaan masyarakat berbasis potensi desa yang memadukan penguatan kapasitas teknis dengan peningkatan kemampuan kelembagaan masyarakat.
Menurutnya, pengembangan minyak atsiri kayu putih tidak hanya membutuhkan keterampilan produksi, tetapi juga kesiapan organisasi kelompok agar manfaat ekonomi yang dihasilkan dapat dikelola secara kolektif, terstruktur, dan berkelanjutan.
Tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, momentum penting juga ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) serta dua Implementasi Agreement (IA) antara Pemerintah Desa Manunggal Jaya dengan FKLT UNMUL dan Program Studi (Prodi) Administrasi Publik FISIP UNMUL.
Sebagai tindak lanjut kegiatan, Program Studi Administrasi Publik FISIP UNMUL juga akan memberikan penguatan kapasitas kelembagaan melalui materi tata kelola organisasi kelompok tani yang akan disampaikan oleh Iqbal Saputra Zana. Materi ini difokuskan pada penguatan kelembagaan, sistem administrasi organisasi, pengelolaan kelompok, serta tata kelola partisipatif.
Kemudian, penguatan keberlanjutan usaha kelompok juga akan didukung melalui materi literasi keuangan dan pemasaran yang disampaikan oleh Rochadi Kristiningrum guna meningkatkan kapasitas usaha kelompok tani berbasis hasil hutan non-kayu.
Kolaborasi FKLT dan FISIP UNMUL ini menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat desa tidak hanya membutuhkan inovasi teknis, tetapi juga penguatan tata kelola kelembagaan dan dukungan akademik yang berkelanjutan agar potensi lokal mampu berkembang menjadi kekuatan ekonomi masyarakat desa.
Tanggal : 18 Mei 2026