Universitas Mulawarman

Berita

Images Images Images

Universitas Mulawarman

UNMUL Buka Pembekalan KKN Kolaborasi 2026, Perkuat Kampus Berdampak untuk Pencapaian SDGs

Universitas Mulawarman (UNMUL) resmi membuka Pembekalan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaborasi Tahun 2026 secara daring pada Senin (22/6/2026). Kegiatan yang mengusung tema “Sinergitas Kampus Berdampak dalam Meningkatkan Indeks Desa Mendukung Pencapaian SDGs” tersebut dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Akademik UNMUL, Prof. Dr. Lambang Subagiyo, M.Si., dan diikuti 3.420 mahasiswa dari sembilan perguruan tinggi di Kalimantan Timur (Kaltim).

Selain diikuti mahasiswa peserta KKN, pembekalan juga dihadiri Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M) UNMUL, Prof. Widi Sunaryo, S.P., M.Si., Ph.D., jajaran perguruan tinggi mitra, pemerintah daerah, serta sejumlah narasumber dari berbagai instansi yang terlibat dalam pelaksanaan KKN Kolaborasi 2026.

Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. Lambang Subagiyo, M.Si., dalam sambutannya, menegaskan bahwa KKN merupakan wadah bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan, teknologi, dan keterampilan yang diperoleh selama perkuliahan sekaligus memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat. “Pelaksanaan KKN Kolaborasi menjadi bagian dari implementasi program Kampus Berdampak yang mendorong perguruan tinggi hadir sebagai mitra pembangunan dan pemberdayaan masyarakat di desa,” jelas Prof. Lambang.

“Ini merupakan peran kita semua dalam mengimplementasikan kampus berdampak, mengembangkan masyarakat, melaksanakan transfer ilmu pengetahuan dan teknologi kepada masyarakat, dan tentu memberikan solusi terhadap permasalahan-permasalahan yang terjadi di desa,” tutur Prof. Lambang.

Lebih lanjut, Prof. Lambang menjelaskan bahwa pelaksanaan KKN Kolaborasi turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) yang menjadi bagian dari indikator kinerja utama (IKU) UNMUL. Melalui program kerja yang disusun sesuai kebutuhan dan potensi wilayah, mahasiswa diharapkan dapat berkontribusi dalam pengentasan kemiskinan, peningkatan kualitas kesehatan dan pendidikan, penanganan perubahan iklim, serta penguatan kemitraan pembangunan.

Sementara itu, Ketua Panitia KKN Kolaborasi 2026, Kiswanto, S.Hut., M.P., Ph.D., menyampaikan bahwa pelaksanaan KKN tahun ini dirancang dengan pendekatan yang lebih terintegrasi dan berbasis kebutuhan masyarakat. Menurutnya, KKN tidak lagi sekadar menjadi kegiatan akademik rutin, tetapi diarahkan untuk menghasilkan kontribusi nyata bagi pembangunan wilayah.

“Kami di perguruan tinggi, paradigma KKN pun kita coba merubah. Yang tadinya KKN sebuah kegiatan formalitas dan seremonial karena menjadi bagian dari mata kuliah wajib di perguruan tinggi, maka kemudian kita coba merubah semuanya menjadi lebih berdampak,” ujar Kiswanto, Ph.D.

Ia menjelaskan, penyusunan program dilakukan berdasarkan data lapangan yang dihimpun dari aparatur desa, pemerintah daerah, serta berbagai mitra pembangunan. Pendekatan tersebut diharapkan mampu menyelaraskan berbagai program pemberdayaan yang selama ini berjalan secara terpisah.

“Kita butuh kolaborasi multipihak sehingga harus ada paradigma baru, tidak lagi bekerja secara parsial, tidak lagi ego sektoral yang kita angkat, tetapi kemudian bagaimana kita merajutnya dalam sebuah kolaborasi yang bersinergi terhadap berbagai program,” jelas Kiswanto, Ph.D.

KKN Kolaborasi 2026 melibatkan sembilan perguruan tinggi di Kaltim. Dari total 3.420 peserta, UNMUL menjadi kontingen terbesar dengan 3.130 mahasiswa atau sekitar 91,52 persen dari keseluruhan peserta. Selebihnya berasal dari delapan perguruan tinggi mitra yang turut mendukung pelaksanaan program pengabdian masyarakat tersebut.

Kegiatan ini menjangkau 377 lokasi pada 85 kecamatan di 10 kabupaten/kota di Kaltim. Sebaran lokasi meliputi Kabupaten Kutai Kartanegara (106 lokasi), Kabupaten Paser (48), Kabupaten Kutai Timur (41), Kabupaten Berau (40), Kota Samarinda (37), Kabupaten Penajam Paser Utara (36), Kota Balikpapan (34), Kabupaten Kutai Barat (19), Kota Bontang (15), dan Kabupaten Mahakam Ulu (1).

Kiswanto, Ph.D., menegaskan seluruh kegiatan mahasiswa diarahkan untuk mendukung peningkatan indeks desa dan pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs). “Kita ingin KKN tidak lagi sebagai seremonial belaka, tetapi kemudian bisa memberikan intervensi terencana dalam menargetkan perubahan status desa tadi,” tegasnya.

Pembekalan KKN Kolaborasi 2026 menghadirkan narasumber dari berbagai kementerian, perangkat daerah, perguruan tinggi, dan mitra pembangunan. Melalui program ini, UNMUL terus memperkuat implementasi Kampus Berdampak dengan mendorong mahasiswa hadir di tengah masyarakat sebagai mitra pembangunan yang adaptif, kolaboratif, dan berorientasi pada solusi guna mendukung pembangunan berkelanjutan di Kaltim.

 

Penulis: Salsabila Mutia Zulfa

Editor: Sulkarnain

Tangkapan Layar: Salsabila Mutia Zulfa

Tanggal : 22 Juni 2026

UNMUL Kuliah Kerja Nyata Kampus Berdampak SDGs Kalimantan Timur KKN Kolaborasi