Universitas Mulawarman

Berita

Images Images Images Images Images Images Images Images Images Images Images Images Images Images Images Images

Universitas Mulawarman

Perkuat Kualitas Akademik, UNMUL Kukuhkan 7 Guru Besar di Dies Natalis ke-64

Universitas Mulawarman (UNMUL) mengukuhkan tujuh Guru Besar baru dalam rangkaian Dies Natalis ke-64 UNMUL. Pengukuhan tersebut menjadi bagian dari agenda akademik UNMUL untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia sekaligus meningkatkan kontribusi perguruan tinggi melalui pengembangan ilmu pengetahuan.

Wakil Rektor Bidang Akademik UNMUL, Prof. Dr. Lambang Subagiyo, M.Si., menyampaikan pengukuhan Guru Besar merupakan pencapaian penting dalam perjalanan akademik seorang dosen. 

Ia memberikan apresiasi kepada tujuh Guru Besar yang telah mencapai jenjang tertinggi dalam jabatan fungsional dosen tersebut.

“Selamat dan sukses kepada tujuh Guru Besar UNMUL yang baru saja dikukuhkan. Ini merupakan proses perjalanan panjang yang tidak terlepas dari doa dan dukungan orang-orang terdekat, terutama keluarga, serta penyertaan Tuhan Yang Maha Esa,” ujar Prof. Lambang.

Ia menegaskan, gelar Guru Besar tidak hanya menjadi sebuah kebanggaan, tetapi juga membawa tanggung jawab dalam pengembangan keilmuan. 

Guru Besar diharapkan dapat menjadi teladan bagi lingkungan akademik, termasuk memberikan dampak terhadap pengembangan dosen-dosen muda di UNMUL.

“Amanah sebagai seorang Guru Besar memiliki tanggung jawab yang menyertainya. Tidak hanya menjadi teladan dalam bidang keilmuan, tetapi juga menjadi spirit dan semangat bagi dosen lain, khususnya dosen-dosen muda untuk terus mengembangkan keilmuan dan mencapai jenjang akademik yang lebih tinggi,” ungkap Prof. Lambang.

Berdasarkan data yang disampaikan dalam pengukuhan, UNMUL saat ini memiliki 95 Guru Besar yang tersebar di berbagai fakultas. Pada 24 September 2026, sebanyak tujuh Guru Besar baru dikukuhkan sebagai bagian dari komitmen UNMUL memperkuat keunggulan sumber daya manusia dan akademik.

Ketujuh Guru Besar tersebut yakni, Prof. Ir. Sukartiningsih, M.Sc., Ph.D., IPU., dari Fakultas Kehutanan dan Lingkungan Tropis (FKLT) Guru Besar Bidang Ilmu Pemuliaan Pohon; Prof. Dr. Ir. Henny Pagoray, M.Si., dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Guru Bidang Ilmu Lingkungan Perairan; serta Prof. Dr. Sunardi, S.S., M.Hum., dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Guru Besar Bidang Ilmu Literature and English Language.

Selanjutnya, Prof. Dr. Eva Marliana, S.Si., M.Si., dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Guru Besar Bidang Ilmu Kimia Bahan Alam; Prof. Dr. Dra. Ratna Kusuma, M.Si., dari FMIPA Guru Besar Bidang Ilmu Pemuliaan Tanaman; Prof. Dr. Muhammad Ramli Buhari, M.Pd., dari FKIP Guru Besar Bidang Ilmu Manajemen Pendidikan Jasmani dan Olahraga; serta Prof. Dr. Retno Aryani, S.Si., M.Si., dari FMIPA Guru Besar Bidang Ilmu Anatomi dan Histologi Hewan.

Rektor UNMUL, Prof. Dr. Ir. H. Abdunnur, M.Si., IPU., ASEAN Eng., turut menyampaikan ucapan selamat kepada para Guru Besar yang baru dikukuhkan. 

Menurut Prof. Abdunnur, pencapaian tersebut merupakan hasil dari perjalanan panjang yang didukung keluarga dan lingkungan terdekat.

“Menjadi Guru Besar adalah sebuah kebanggaan. Amanah sebagai Guru Besar juga membawa tanggung jawab untuk menjadi teladan dalam bidang keilmuan dan memberikan manfaat bagi pengembangan ilmu maupun bagi dosen-dosen muda,” ujar Rektor.

Lebih lanjut Prof. Abdunnur mengatakan momentum ini menjadi istimewa, karena di samping memperingati perjalanan dan pengabdian UNMUL bagi pendidikan, ilmu pengetahuan, dan pembangunan bangsa, kita juga menyambut bertambahnya kekuatan akademik melalui para Guru Besar baru yang akan semakin memperkokoh tradisi keilmuan, mutu akademik, dan reputasi UNMUL.

“Enam puluh empat tahun yang lalu, UNMUL hadir dengan cita-cita besar untuk ikut mencerdaskan kehidupan bangsa dan membangun sumber daya manusia di Kalimantan Timur (Kaltim). Hari ini, UNMUL telah berkembang menjadi perguruan tinggi yang memiliki peran strategis, bukan hanya bagi Kalimantan Timur, tetapi juga bagi Indonesia, khususnya kawasan Indonesia Timur,” jelas Prof. Abdunnur.

Oleh karena itu, Dies Natalis ke-64 bukan sekadar peringatan bertambahnya usia institusi. Dies Natalis adalah momentum untuk bersyukur atas perjalanan yang telah dilalui, melakukan refleksi terhadap capaian yang telah diraih, sekaligus meneguhkan komitmen untuk menghadapi tantangan masa depan.

Prof. Abdunnur mengatakan bahwa tema besar Dies Natalis ke-64  UNMUL adalah “Berkinerja Unggul, Inovatif, Produktif, Kompetitif, Harmoni, Berdampak”. Tema tersebut dapat kita maknai bahwa, Sivitas Akademika UNMUL senantiasa mencerminkan semangat UNMUL untuk terus meningkatkan kualitas dan prestasi melalui kinerja yang unggul, melahirkan gagasan serta inovasi baru, dan menghasilkan karya yang produktif serta berdaya saing,” urai Prof. Abdunnur 

Semangat tersebut dijalankan dalam suasana akademik yang harmonis, kolaboratif, dan berintegritas, sehingga setiap karya, riset, pendidikan, dan pengabdian tidak berhenti pada pencapaian internal, tetapi memberikan dampak nyata bagi masyarakat, pembangunan daerah, bangsa, dan kemanusiaan, sekaligus memperkuat posisi UNMUL sebagai perguruan tinggi yang semakin maju, berdaya saing, dan bereputasi.

Pengukuhan tujuh Guru Besar tersebut diharapkan semakin memperkuat tradisi akademik UNMUL sekaligus mendorong lahirnya inovasi dan kontribusi keilmuan yang berdampak bagi masyarakat.

 

Penulis: Andi Arief Bintang

Editor: Sulkarnain

Foto: Ahmad Baharuddin, Safira Nabiila Adzhani dan Ahmad Yusuf

Tanggal : 24 September 2026

UNMUL Pengukuhan Guru Besar Profesor Dies Natalis UNMUL Perjalanan Akademik