- Telepon : +(62) 811 555 1962
- Email : humas@unmul.ac.id
- Jam Kerja : Senin - Jumat : 08:00 - 16:00
Universitas Mulawarman
Universitas Mulawarman (UNMUL) menorehkan sejarah penting dengan didaulat sebagai tuan rumah penyelenggaraan Pertemuan Forum Badan Pengelola Usaha (BPU) Perguruan Tinggi Negeri (PTN) se-Indonesia yang ke-5. Berlangsung dari Kamis hingga Sabtu (14-17/10/2026) di ruang lecture theater lantai 3, Gedung Prof. Dr. H. Masjaya, M.Si., UNMUL Hub.
Perhelatan akbar ini mengumpulkan 38 perguruan tinggi negeri dari seluruh penjuru negeri dengan total 97 delegasi. Mengusung semangat kolaborasi strategis, forum tahun ini menjadi titik balik krusial bagi institusi pendidikan tinggi di Indonesia untuk keluar dari zona nyaman ketergantungan finansial yang bertumpu penuh pada Uang Kuliah Tunggal (UKT).
Menjawab Tantangan Finansial di Era Modern
Acara pembukaan yang berlangsung meriah ini dihadiri langsung oleh Wali Kota Samarinda, Dr. H. Andi Harun, S.T., S.H., M.Si., Rektor UNMUL, Prof. Dr. Ir. H. Abdunnur, M.Si., IPU., ASEAN Eng., Kepala BPU UNMUL Ir. Husni Thamrin, S.Si., serta Ketua Forum BPU PTN se-Indonesia, Mahendra Wardhana, S.H., M. Kn.
Dalam sambutannya, Ketua Forum BPU, Mahendra Wardhana, S.H., M. Kn., menegaskan bahwa forum silaturahmi kelima ini merupakan langkah taktis untuk mempererat sinergi antarkampus. Selama bertahun-tahun, perjalanan forum ini telah berpindah dari Universitas Jambi (2022), Universitas Mataram (2023), Universitas Lancang Kuning (2024), hingga Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (2025), sebelum akhirnya berlabuh di tanah Kalimantan.
“Forum nasional ini diselenggarakan sebagai langkah responsif untuk menjawab tantangan kemandirian finansial institusi pendidikan tinggi. Kita berupaya mencari jalan keluar inovatif agar operasional, riset, dan pembangunan fasilitas tidak lagi membebani biaya pendidikan mahasiswa melalui UKT,” ujar Mahendra Wardhana.
Perspektif UNMUL: Antara Potensi Besar dan Beban Nyata
Sebagai tuan rumah, Rektor UNMUL, Prof. Dr. Ir. H. Abdunnur, M.Si., IPU., ASEAN Eng., menyampaikan pandangan yang mendalam mengenai realitas pengelolaan perguruan tinggi berbadan hukum maupun BLU. Dengan mengelola sekitar 35 ribu mahasiswa dan ribuan tenaga pendidik, tantangan finansial UNMUL semakin kompleks, terutama dengan kewajiban pemenuhan remunerasi dan insentif yang bersumber dari Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP).
Prof. Abdunnur menyoroti bahwa UNMUL yang kini sedang dalam proses menuju PTN Badan Hukum (PTN-BH) harus memutar otak untuk menaikkan target pendapatan secara mandiri hingga ratusan miliar rupiah.
“Pendapatan perguruan tinggi ke depan tidak hanya bersumber dari bisnis murni, tetapi bagaimana mengoptimalkan aset, output intelektual, hasil inovasi, riset, hilirisasi produk, hingga hak kekayaan intelektual,” tegas Prof. Abdunnur.
Prof. Abdunnur juga secara terbuka menyinggung dinamika internal kampus, seperti penolakan yang kerap muncul ketika universitas mencoba merambah unit usaha strategis baru. Menurutnya, sudah saatnya sivitas akademika mengubah mindset agar mampu memandang pengelolaan bisnis dan aset secara profesional tanpa meninggalkan nilai-nilai intelektual akademis.
Mengubah "Barang Mewah" Menjadi “Barang Mahal”
Wali Kota Samarinda, Dr. H. Andi Harun, dalam pemaparan materinya yang bertajuk Beyond Campus Business, memberikan sudut pandang segar yang memecah ketegangan audiens. Dengan gaya bertutur yang khas dan penuh humor cerdas, ia menganalogikan aset perguruan tinggi di Indonesia bagaikan sebuah barang mewah yang belum dikapitalisasi secara maksimal.
“Banyak kampus memiliki aset triliunan rupiah, tetapi kapitalisasi badan usahanya masih sangat minim. Persoalan utamanya bukan pada ekspansi bisnis, melainkan pada tata kelola (governance) yang profesional dan berorientasi bisnis,” ungkap Dr. H. Andi Harun.
Ia mengibaratkan pengelolaan BPU seperti batu mulia; meskipun secara alami sudah mewah, ia tidak akan memiliki nilai ekonomi yang tinggi (mahal) jika tidak diasah dan dikelola melalui manajemen bisnis yang presisi, transparan, dan berkelanjutan.
Tonggak Baru Menuju Kemandirian Global lahir di UNMUL
Acara forum ini juga di rangkai dengan launching Aplikasi UNMUL STORE ditandai secara simbolis melalui pemindaian QR aplikasi UNMUL STORE oleh Wali Kota Samarinda bersama Rektor UNMUL, Kepala BPU UNMUL dan Ketua Forum BPU, didampingi para sponsor utama seperti Pemkot Samarinda, Bank Kaltimtara, PT. Pupuk Kaltim dan berbagai mitra strategis lainnya.
Kepala BPU UNMUL, Husni Thamrin, S.Si., berharap aplikasi ini bisa menjawab tantangan global demi memenuhi kebutuhan Sivitas Akademik UNMUL. Segala keperluan telah tersedia mulai dari Almamater, Toga Wisuda, Merchandice hingga sewa lapangan Olahraga.
Melalui diskusi intensif, berbagi praktik terbaik (best practices), serta keterlibatan para investor dan praktisi bisnis hingga 17 Oktober 2026 nanti, Pertemuan Forum BPU PTN se-Indonesia 2026 di UNMUL diharapkan mampu melahirkan skema bisnis kreatif baru. Semangat "Tumbuh Bersama untuk Kemandirian Perguruan Tinggi" kini resmi bergema dari jantung Kalimantan Timur untuk Indonesia yang lebih berdaya saing global.
Penulis: Rijen Pabintan
Editor: Sulkarnain
Foto: Ahmad Baharuddin
Tanggal : 15 Oktober 2026