Universitas Mulawarman

Berita

Images Images

Universitas Mulawarman

Pentas Tahunan XVIII, Teater BASTRA FKIP UNMUL Angkat “CYBER: Akibat Lantang Bicara”

Teater BASTRA bersama Divisi Seni Budaya dan Teater (SBT) Himabastra Indonesia kembali menggelar Pentas Tahunan XVIII bertajuk “Satya Nirbaya Swara Karma” melalui pementasan naskah “CYBER: Akibat Lantang Bicara” karya Fajri Syams yang disutradarai Aprilia Ping (Uflip). Pementasan tersebut berlangsung di Gedung II A Rizani Asnawi, Taman Budaya Kalimantan Timur (Kaltim), Sabtu hingga Minggu (5–6/9/2026).

Pada pelaksanaannya, Abdullah Yasir Purnama bertindak sebagai pimpinan produksi yang mengoordinasikan bagian nonartistik. Kegiatan tersebut dibuka oleh Satoni, S.S., M.M., selaku staf bagian penelaah teknis kebijakan yang mewakili Kepala UPTD Taman Budaya Kaltim, serta dihadiri Ketua Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, Dr. Yuni Utami Asih, M.Pd., yang mewakili Dekan FKIP UNMUL.

Melalui pementasan tersebut, Pentas Tahunan XVIII menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan wawasan dan pemahaman mahasiswa dalam bidang seni sekaligus mengenalkan dan memperluas eksistensi teater kepada masyarakat. Kegiatan ini juga menjadi ruang bagi Teater BASTRA untuk memperkenalkan aktivitas dan proses berkesenian kepada calon anggota sebagai bagian dari upaya regenerasi.

Bagi Ketua Teater BASTRA Tahun 2026, Sila Faizatul Hayati, pementasan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai pertunjukan semata, tetapi meninggalkan kesan dan makna bagi para penonton.

“Mungkin apa yang terjadi di atas panggung akan berhenti ketika lampu dipadamkan, tapi saya berharap pertunjukan ini dapat menyisakan sesuatu yang tetap tinggal di hati kalian,” tutur Sila.

Di balik pementasan tersebut, proses persiapan turut menjadi bagian dari pembelajaran bagi seluruh pihak yang terlibat. Ketua Umum Himabastra Indonesia Tahun 2026, Fauzan Aprilianto, mengatakan persiapan yang berlangsung selama kurang lebih tiga bulan menjadi pengalaman bagi para pengurus dan pelaksana kegiatan.

“Kegiatan ini dipersiapkan kurang lebih tiga bulan, dan apa yang kita saksikan malam ini tentu tidak lepas dari upaya dan doa dari kita semua,” jelas Fauzan.

Dari sisi akademik, Koordinator Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Dr. Alfian Rokhmansyah, S.S., M.Hum., mengapresiasi kerja Teater BASTRA dalam mempersiapkan pementasan tersebut. Menurutnya, karya sastra tidak hanya memberikan hiburan, tetapi juga memiliki manfaat bagi penikmatnya.

“Karena kita percaya dengan sifat sastra yaitu dulce et utile, yaitu menyenangkan dan berguna. Selain memberikan hiburan, tentunya ada manfaat yang bisa kita dapatkan dari pementasan sore hari ini,” ungkap Dr. Alfian.

Lebih lanjut, Sekretaris Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, Dr. Nina Queena Hadi Putri, S.S., S.Pd., M.Pd., mendorong agar kegiatan teater dapat memberikan manfaat lebih luas bagi mahasiswa, tidak hanya sebagai pengalaman berkesenian, tetapi juga sebagai bagian dari pengembangan akademik dan portofolio. Ia menyebut, karya naskah drama yang dipentaskan dapat direkognisi melalui jalur Rekognisi Prestasi dan Karya Inovasi Mahasiswa (RPKIM) sebagai salah satu bentuk penyelesaian studi.

“Pementasan tahunan ini bukan hanya pentas kemudian selesai, tetapi kalian juga bisa lulus tanpa skripsi,” ujar Dr. Nina.

Pentas Tahunan XVIII menjadi ruang bagi Himabastra Indonesia melalui Divisi Seni Budaya dan Teater (SBT) bersama Teater BASTRA untuk terus mengembangkan seni teater sekaligus memperluas eksistensinya di tengah masyarakat. Melalui pementasan ini, diharapkan lahir karya-karya kreatif dan kader baru yang dapat melanjutkan keberlangsungan Teater BASTRA di masa mendatang.

 

Penulis: Salsabila Mutia Zulfa

Editor: Sulkarnain

Tanggal : 10 September 2026

Seni Budaya dan Teater UNMUL FKIP UNMUL Himabastra Kalimantan Timur Taman Budaya