Universitas Mulawarman

Berita

Images Images Images Images Images Images Images

Universitas Mulawarman

IKSHA 2026 Resmi Dibuka, UNMUL Dorong Kolaborasi Pengetahuan Lokal dan Keberlanjutan

Universitas Mulawarman (UNMUL) resmi membuka International Conference on Indigenous Knowledge and Human Sustainability (IKSHA) 2026 di Gedung Prof. Dr. Masjaya, M.Si., UNMUL Hub, Samarinda, Selasa (29/9/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “Preserving Knowledge, Empowering Education, Sustaining Culture” ini menjadi ruang pertemuan akademisi, peneliti, dan pemangku kepentingan untuk membahas pengetahuan lokal serta kaitannya dengan pendidikan, budaya, masyarakat, kesehatan, dan masa depan berkelanjutan.

Rektor UNMUL, yang diwakili oleh Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi, Dr. Ir. Nataniel Dengen, S.Si., M.Si., hadir mewakili Rektor UNMUL, Prof. Dr. Ir. Abdunnur, M.Si. yang berhalangan hadir karena masih dalam perjalanan dari Jakarta. Dalam kesempatan tersebut, Dr. Nataniel membacakan sambutan Rektor sekaligus membuka konferensi secara resmi.

Dalam sambutannya, Rektor menyampaikan bahwa pelaksanaan IKSHA 2026 di Samarinda menjadi suatu kehormatan bagi UNMUL. Kekayaan keanekaragaman budaya dan hayati Kalimantan Timur (Kaltim) dinilai menjadi latar yang relevan untuk membahas pengembangan serta pelestarian pengetahuan lokal.

“Dengan penuh rasa bahagia, saya secara resmi menyatakan Konferensi Internasional tentang Pengetahuan Lokal dan Keberlanjutan Manusia (IKSHA 2026) dibuka,” demikian sambutan Rektor yang dibacakan Dr. Nataniel Dengen.

Sementara itu, Ketua Konsorsium Konferensi, Prof. Dr. Sunardi, S.S., M.Hum., menjelaskan bahwa IKSHA berawal dari kolaborasi akademik antara UNMUL dan University of Adelaide yang telah terjalin sejak 2011.

Menurut Prof. Sunardi, kolaborasi tersebut kemudian berkembang dari sebuah simposium kecil yang membahas pengetahuan lokal, pendidikan bahasa, dan musik digital menjadi konferensi lintas disiplin yang melibatkan lebih banyak fakultas, universitas, dan negara.

Prof. Sunardi menegaskan, IKSHA tidak hanya diarahkan sebagai konferensi tahunan, tetapi sebagai ruang untuk membangun kolaborasi, publikasi, serta kemitraan akademik jangka panjang. Ia juga menyampaikan rencana pengembangan jurnal akademik dan pembentukan jaringan resmi yang berkaitan dengan warisan budaya lokal dan bahasa.

“Keberhasilan sejati adalah kolaborasi, publikasi, dan kemitraan jangka panjang seperti apa yang terjalin setelah kita meninggalkan ruangan ini,” ujar Prof. Sunardi.

IKSHA 2026 berlangsung secara hybrid pada 29 hingga 30 September 2026. Rangkaian kegiatan mencakup keynote speech, invited speaker, serta parallel session yang menghadirkan akademisi dan pembicara dari berbagai institusi, termasuk University of Adelaide, UNMUL, dan perguruan tinggi lainnya.

Melalui konferensi ini, UNMUL diharapkan semakin memperkuat jejaring akademik sekaligus membuka ruang pertukaran pengetahuan antara perspektif akademik dan kearifan lokal.

 

Penulis: Tasya Dwi Namira

Editor: Sulkarnain

Foto: Ahmad Baharuddin

Tanggal : 29 September 2026

UNMUL IKSHA Konferensi Internasional Akademisi Peneliti Pendidikan Kebudayaan Masyarakat Kesehatan Kalimantan Timur Keanekaragaman Budaya Keanekaragaman Hayati Kolaborasi Akademik University of Adeilaide