- Telepon : +(62) 811 555 1962
- Email : humas@unmul.ac.id
- Jam Kerja : Senin - Jumat : 08:00 - 16:00
Universitas Mulawarman
Universitas Mulawarman (UNMUL) menggelar Upacara Wisuda Diploma, Sarjana, Profesi, Magister, Spesialis, dan Doktor Gelombang III Tahun 2026 pada 19 dan 20 September 2026. Sebanyak 1.247 wisudawan untuk sesi 2, Sabtu (20/9/2026) mengikuti prosesi wisuda yang menjadi penanda berakhirnya perjalanan akademik sekaligus awal bagi para lulusan untuk melanjutkan langkah di dunia kerja maupun jenjang pendidikan berikutnya.
Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Lambang Subagiyo, M.Si., menyampaikan apresiasi kepada seluruh wisudawan atas keberhasilan yang telah diraih. Ia berharap ilmu yang diperoleh selama menjalani pendidikan di UNMUL dapat menjadi bekal untuk memberikan kontribusi bagi masyarakat, bangsa, dan negara.
“Pimpinan dan Sivitas Akademika UNMUL menyampaikan selamat atas keberhasilan yang telah diraih. Semoga apa yang telah diperoleh menjadi bekal yang bermanfaat bagi para lulusan untuk mengembangkan potensi serta memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” ujar Prof. Lambang.
Dalam kesempatan tersebut, Prof. Lambang juga menyampaikan kondisi akademik UNMUL yang saat ini memiliki 14 fakultas dan satu program pascasarjana dengan total 119 program studi. Jumlah mahasiswa Unmul pada semester ganjil 2026/2027 per 14 September 2026 tercatat sebanyak 35.879 mahasiswa.
“Wisuda ini bukan hanya menjadi seremoni atas selesainya pendidikan, tetapi juga menjadi momentum bagi para lulusan untuk membawa ilmu yang diperoleh agar dapat memberikan manfaat. Kami berharap para lulusan mampu terus berkembang dan memberikan kontribusi terbaik di tengah masyarakat,” katanya.
Salah satu lulusan yang mengikuti wisuda yakni Muhammad Algi Afriandi dari Program Studi D3 Keperawatan Fakultas Kedokteran. Ia meraih IPK 3,93 dengan masa studi tiga tahun satu bulan dan predikat dengan pujian. Algi menyebut keluarga menjadi sumber dukungan utama selama menyelesaikan pendidikan.
“Selama menempuh program studi D3 Keperawatan di UNMUL, keluarga menjadi salah satu support system terpenting bagi saya, mulai dari dukungan doa, finansial, hingga dukungan secara psikologis. Wisuda hari ini tentunya sangat membahagiakan karena menjadi seremoni yang sudah lama saya tunggu setelah tiga tahun menjalani perjuangan pendidikan,” ungkap Muhammad Algi Afriandi.
Dari jenjang sarjana, Kanaya Ratu Dyandra dari Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian berhasil meraih IPK 3,98 dengan masa studi empat tahun satu bulan dan predikat dengan pujian. Bagi Kanaya, dukungan orang tua menjadi motivasi utama hingga mampu menyelesaikan pendidikan.
“Motivasi saya selama berkuliah tentu orang tua dan keluarga. Tanpa dukungan mereka, usaha yang kita lakukan juga tidak akan lengkap karena semuanya tidak lepas dari doa mereka. Saya juga selalu mengutamakan adab di atas ilmu, karena cara kita berinteraksi dengan orang lain akan menentukan kehidupan kita ke depan. Tetap jaga adab kepada orang tua, dosen, dan seluruh staf di lingkungan UNMUL,” tutur Kanaya Ratu Dyandra.
Sementara itu, dari jenjang magister, Ainaya Al Fatihah dari Program Studi Administrasi Publik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik meraih IPK sempurna 4,00 dengan masa studi satu tahun 11 bulan dan predikat dengan pujian. Ia memilih mendalami administrasi publik karena ingin memahami kebijakan publik dan tata kelola pemerintahan daerah.
“Saya ingin mendalami ilmu administrasi publik, khususnya yang berkaitan dengan kebijakan publik dan administrasi pemerintahan daerah. Saya ingin mengetahui bagaimana pemerintah daerah mengatur suatu daerah, membuat kebijakan, sekaligus memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Selama studi saya juga sangat bersyukur karena mendapatkan lingkungan yang mendukung untuk berkembang. Program Magister Administrasi Publik menjadi tempat saya bertemu dan berkembang dengan baik,” kata Ainaya Al Fatihah.
Pada jenjang profesi, Ezarita Oktavia Ningrum dari Program Studi Profesi Dokter Fakultas Kedokteran berhasil meraih IPK 4,00 dengan masa studi dua tahun dan predikat dengan pujian. Cita-cita menjadi dokter yang telah tumbuh sejak sekolah dasar menjadi salah satu motivasinya untuk bertahan menghadapi berbagai tantangan selama pendidikan.
“Cita-cita saya sejak SD adalah menjadi dokter. Selama masa perkuliahan tentu banyak tantangan dan proses yang harus dilalui. Saya mendapatkan dukungan dari orang tua dan berusaha bersama-sama untuk mewujudkan cita-cita tersebut. Saya ingin menjadi dokter yang bisa bermanfaat bagi orang banyak. Pesan saya kepada teman-teman, jangan pernah putus asa dan tetap semangat karena apa yang kita cita-citakan harus diperjuangkan,” ujar Ezarita Oktavia Ningrum.
Kisah berbeda datang dari Del Herlina, lulusan Program Studi Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Ia meraih IPK 4,00 dengan masa studi tiga tahun empat bulan dan predikat dengan pujian. Del mengajak generasi muda untuk tidak berhenti belajar dan terus melanjutkan pendidikan setinggi mungkin.
“Jangan patah semangat dan jangan berhenti untuk belajar. Raihlah pendidikan setinggi mungkin dan usahakan ilmu yang kita dapat bisa berguna bagi orang banyak. Jangan puas hanya dengan pencapaian sarjana S1 atau S2. Usahakan terus meraih pendidikan sampai S3. Jangan melihat usia sebagai halangan. Selama ada kesempatan, kemauan, dan kesehatan, kita harus konsisten untuk meraih pendidikan. Ketika kita memulai pendidikan, kita juga harus bertanggung jawab dengan apa yang kita jalani,” tegas Del Herlina.
Penulis: Andi Arief Bintang
Editor: Sulkarnain
Foto: Pandu Leo Abdillah dan Safira
Tanggal : 20 September 2026