- Telepon : +(62) 811 555 1962
- Email : humas@unmul.ac.id
- Jam Kerja : Senin - Jumat : 08:00 - 16:00
Universitas Mulawarman
Wajah pelestarian budaya di Kalimantan Timur (Kaltim) kini bertransformasi menjadi lebih segar, interaktif, dan dekat dengan generasi muda. Transformasi ini nyata terlihat dalam perhelatan HELO EAST FESTIVAL 2026 yang berlangsung meriah pada Sabtu (22/8/2026).
Mengambil tempat di Temindung Creative Hub, gelaran ini sukses menyatukan ratusan mahasiswa, komunitas, dan pegiat seni untuk merayakan kebudayaan daerah melalui pendekatan yang modern dan kreatif.
Kolaborasi Apik dengan Dinas Pariwisata Kaltim dan Apresiasi Hetifah Sjaifudian
Keberhasilan HELO EAST FESTIVAL 2026 sebagai ruang pertemuan budaya tidak lepas dari dukungan penuh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, Anggota DPR RI Daerah Pemilihan Kalimantan Timur, Dr. Ir. Hetifah Sjaifudian, M.PP., serta Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur.
Pihak penyelenggara secara khusus memberikan apresiasi kepada Dinas Pariwisata atas pemanfaatan Temindung Creative Hub. Ruang ini menjadi bukti nyata hadirnya dukungan pemerintah terhadap pergerakan industri kreatif berbasis kebudayaan lokal.
Dukungan kuat juga disuarakan oleh Dr. Ir. Hetifah Sjaifudian, M.PP. Ia memberikan apresiasi yang sangat tinggi kepada para mahasiswa, khususnya para penerima beasiswa KIP-Kuliah Aspirasi yang hadir dan terlibat aktif. Dr. Hetifah menekankan bahwa generasi muda memiliki posisi strategis dan diharapkan tidak hanya mengejar prestasi di ranah akademik, tetapi juga harus mengambil peran terdepan dalam pelestarian budaya serta pengembangan kreativitas.
Panggung Pembuktian Dedikasi Sivitas Akademika Universitas Mulawarman
HELO EAST FESTIVAL 2026 digerakkan oleh tokoh-tokoh muda yang memiliki ikatan kuat dengan Universitas Mulawarman (UNMUL). Ketua Panitia sekaligus Ketua HSA, Tiara Oktaviani Aras, yang merupakan mahasiswa tingkat akhir UNMUL, menunjukkan dedikasinya menjelang kelulusan. Ia berinisiatif menggandeng dan memberi panggung bagi adik-adik tingkatnya dari Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UNMUL untuk unjuk gigi menampilkan kesenian daerah, sekaligus meneruskan tongkat estafet kecintaan pada budaya melalui festival ini.
Langkah ini selaras dengan visi Olli Chandra, selaku Dewan Pembina HSA dan Pengusul Program. Sebagai kebanggaan alumni UNMUL, Olli selama ini aktif dan konsisten menjalin komunikasi dengan almamaternya terkait berbagai lokakarya dan program pengembangan pendidikan edukatif.
"Saya sangat mengapresiasi dan bangga melihat mahasiswa UNMUL yang sangat luar biasa dalam mencintai serta melestarikan budaya. Antusiasme yang ditunjukkan, baik oleh penampil dari mahasiswa FIB maupun seluruh mahasiswa yang hadir sebagai peserta, adalah bukti bahwa kebudayaan kita berada di tangan generasi yang tepat," ungkap Olli.
Makna Mendalam di Balik Ruang Ekspresi dan Seni
Festival ini menyuguhkan pengalaman budaya yang menyeluruh dan sarat makna. Mahasiswa FIB UNMUL sukses memukau seluruh hadirin lewat berbagai penampilan istimewa yang membawa pesan-pesan filosofis, di antaranya:
Tari Tegak Siput Kena Tunu (Mahasiswa Prodi Tari Universitas Mulawarman)
Tarian ini mengangkat petuah yang diwariskan oleh leluhur Kutai, yang mengajarkan bahwa manusia sering kali menginginkan banyak hal, tetapi ketika kesempatan datang, justru ragu untuk melangkah. Melalui gerak lincah Tari Jepen pesisir, karya ini menjadi pengingat bahwa keberanian bukan sekadar tentang meminta kesempatan, melainkan kesiapan untuk menjalaninya dengan tanggung jawab dan kerendahan hati.
Group Musik Tradisional HIMA Etnomusikologi Universitas Mulawarman
Penampilan musik tradisional ini sukses menghidupkan suasana festival melalui harmonisasi instrumen yang khas. Memadukan alat musik gambus, cak, cuk, biola, bass, dan gitar, sajian alunan nada ini berhasil membawa nuansa kebudayaan lokal terasa begitu pekat dan dekat di telinga generasi muda.
Tari Waweq Rajit (Trisakerta Program Studi Tari, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman)
Karya ini menceritakan tentang keceriaan anak-anak perempuan suku Dayak Tunjung di Kutai Barat yang gemar membuat pom-pom dari benang warna-warni sebagai hiasan dan permainan bersama. Melalui gerak yang lincah, ceria, dan lembut, tarian ini menggambarkan kreativitas dan kehidupan anak-anak yang dekat dengan lingkungan sekitarnya, serta menjadi simbol semangat dalam melestarikan kebiasaan sederhana masyarakat.
Tak hanya panggung pertunjukan, HELO EAST FESTIVAL 2026 juga menghadirkan Tenant Budaya yang memfasilitasi interaksi langsung antara pengunjung dengan para pelaku industri kreatif untuk memperkenalkan karya dan produk kebudayaan Kaltim secara wujud nyata.
Dari Diskusi hingga Kreasi Karya Zine
Acara semakin berbobot dengan adanya Talkshow bertema “Budaya sebagai Ruang Ekspresi Generasi Muda”. Sesi ini membedah kebudayaan dari dua kacamata berbeda: narasi cerita oleh Rohman Hidayat (Putra Budaya Indonesia) dan seni visual kontemporer oleh M. Ikhsanu Yaqin (Mural Art Kaltim).
Sebagai pamungkas, mahasiswa dan peserta diajak melakukan aksi nyata melalui Workshop Zine Kaltim bersama Hadi Wardoyo. Pemahaman budaya yang telah mereka dapatkan sepanjang acara langsung diolah menjadi karya media cetak independen (zine) yang memadukan tulisan, ilustrasi, dan kolase.
Melalui HELO EAST FESTIVAL 2026, sinergi antara mahasiswa, alumni, pemerintah, dan ruang kreatif publik sukses membuktikan bahwa budaya bukanlah sekadar jejak masa lampau, melainkan ruang berkarya yang terus hidup hari ini dan di masa depan.
Penulis: Tiara Oktaviani
Editor: Sulkarnain
Tanggal : 26 Agustus 2026