Universitas Mulawarman

Berita

Images Images

Universitas Mulawarman

Sinergi Akademisi dan Praktisi: Simposium Wehea-Kelay 2026 Tandai Babak Baru Konservasi di Kaltim

Bentang Alam Wehea–Kelay kembali menjadi pusat perhatian para pakar lingkungan dalam gelaran Simposium Biodiversitas Wehea–Kelay yang berlangsung hari ini, Rabu (14/1/2026), di Hotel Mercure, Samarinda. Forum ilmiah ini menjadi momentum krusial untuk memperbarui data dasar (baseline) biodiversitas yang terakhir kali disusun secara komprehensif pada tahun 2018.

Urat Nadi Ekosistem Kalimantan Timur

Bentang Alam Wehea–Kelay bukan sekadar hamparan hutan biasa. Berdasarkan Perda Kaltim No. 1 Tahun 2023, kawasan ini telah ditetapkan sebagai Kawasan Strategis Provinsi (KSP). Status ini menegaskan peran vitalnya sebagai: Koridor Ekologis Utama: Menghubungkan ekosistem hutan yang terfragmentasi agar aliran genetik flora dan fauna tetap terjaga, Benteng Satwa Kunci: Menjadi rumah bagi populasi penting Orangutan kalimantan (Pongo pygmaeus morio) dan spesies terancam lainnya, Penyangga Kehidupan: Penyedia jasa ekosistem berupa pengatur tata air dan penyerap karbon bagi Kalimantan Timur (Kaltim).

Forum Validasi dan Pembaruan Data Pasca-2018

Sejak penyusunan baseline tujuh tahun silam, berbagai penelitian masif telah dilakukan oleh kolaborasi lembaga pemerintah, mitra konservasi, serta akademisi dari Universitas Mulawarman (UNMUL). Simposium ini hadir sebagai wadah resmi untuk memvalidasi ribuan data lapangan yang terkumpul.

Penguatan Kerja Sama Strategis: MoU UNMUL dan YKAN

Momen penting dalam simposium kali ini adalah prosesi penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding) antara Universitas Mulawarman (UNMUL) dan Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN).

Kerja sama ini bertujuan untuk mempererat hubungan antara dunia akademik dan praktisi lapangan. Fokus utamanya mencakup pengembangan penelitian biodiversitas, program magang mahasiswa di bentang alam, serta pertukaran data ilmiah untuk mendukung kebijakan berbasis sains (science-based policy) di Kalimantan Timur.

Rangkaian Kegiatan: Dari Plenary hingga Diskusi Teknis

Acara yang berlangsung dari pukul 08:00 hingga 17:00 WITA ini diikuti oleh sedikitnya 200 peserta yang terdiri dari peneliti, birokrat, mahasiswa, hingga masyarakat adat. Struktur kegiatan dirancang secara komprehensif:

Sesi Plenary: Menghadirkan tiga pakar utama yang mengupas proyeksi pengelolaan habitat di luar kawasan konservasi, serta keterlibatan sektor swasta dalam menjaga koridor biodiversitas.

Materi Kelas (Tematik): Sesi pendalaman teknis di ruangan-ruangan khusus. Hasil pemikiran dan naskah lengkap dari sesi ini nantinya akan dibukukan dalam Prosiding Simposium, yang diharapkan menjadi referensi ilmiah nasional.

Sesi Poster: Memberikan ruang bagi peneliti muda untuk mempresentasikan temuan spesifik secara visual, lengkap dengan sesi diskusi interaktif selama 10 menit guna menajamkan hasil kajian.

Menuju Pengelolaan Berkelanjutan

Melalui simposium ini, diharapkan Provinsi Kalimantan Timur memiliki "kompas" yang lebih akurat dalam mengambil kebijakan perlindungan sumber daya alam. Dengan data yang tervalidasi dan sinergi antarlembaga yang kuat—seperti yang ditunjukkan oleh UNMUL dan YKAN—Bentang Alam Wehea-Kelay diharapkan tetap lestari di tengah pesatnya dinamika pembangunan di Kalimantan Timur.

 

Penulis: Sulkarnain

Tanggal : 14 Januari 2026

UNMUL Wehea-Kelay Pakar Akademisi Simposium Biodiversitas YKAN Kalimantan Timur Penelitian Praktisi