Universitas Mulawarman

Berita

Universitas Mulawarman

Perkuat Pembangunan Desa, UNMUL Inisiasi Kolaborasi KKN Terpadu Bersama Sektor Minerba

Universitas Mulawarman (UNMUL) menegaskan peran strategisnya dalam pembangunan masyarakat desa melalui Rapat Inisiasi Kerja Sama Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) 2026, yang digelar di ruang rapat Rektorat UNMULSenin (9/2/2026). Pertemuan ini menghadirkan pimpinan akademik, pemerintah provinsi, dan perwakilan Forum PPM Minerba Kalimantan Timur (Kaltim), menandai babak baru kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan industri.

Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M) UNMUL, Prof. Widi Sunaryo, S.P., M.Si., Ph.D., menekankan bahwa kerja sama tripartit ini bertujuan menyatukan program pemberdayaan masyarakat yang selama ini berjalan terpisah, meliputi CSR perusahaan pertambangan, program pengembangan masyarakat, dan pengabdian masyarakat melalui KKN reguler.

“Kolaborasi ini memungkinkan kita mengoptimalkan sumber daya, menghindari duplikasi kegiatan, dan menciptakan dampak nyata bagi masyarakat. Selain itu, kerja sama ini membuka peluang lanjutan di bidang akademik, riset, beasiswa, hilirisasi produk, dan penanganan pasca tambang,” ujar Prof. Widi. Ia menekankan pentingnya pendanaan terpadu agar program berjalan maksimal.

Sementara itu, Rektor UNMUL, Prof. Dr. Ir. H. Abdunnur, M.Si., IPU., ASEAN Eng., menyatakan bahwa kerja sama ini adalah strategi penting untuk memperkuat pembangunan desa secara terpadu dan berkelanjutan. Menurut Prof AbdunnurUNMUL memiliki kapasitas akademik dan sumber daya manusia (SDM) yang besarlebih dari 1.500 dosen, 35.000 mahasiswa, 100 lebih guru besar, 14 fakultas, dan 100 lebih program studi siap diterjunkan untuk pemberdayaan masyarakat dan pembangunan daerah.

Rektor menekankan perlunya pergeseran paradigma dalam pengelolaan sumber daya alam, khususnya pertambangan, dari persepsi negatif menjadi pengelolaan yang kolaboratif, berwawasan lingkungan, dan berpihak pada masyarakat. “Eksploitasi sumber daya alam adalah bagian dari pembangunan, namun harus disertai tanggung jawab sosial, pelestarian lingkungan, dan pemberdayaan desa,” tegas Prof. Abdunnur.

Dalam program KKN, mahasiswa diposisikan sebagai agen perubahan dan inovasi, menyampaikan program pembangunan pemerintah hingga tingkat desa, mendorong kreativitas masyarakat, dan menumbuhkan minat generasi muda untuk melanjutkan pendidikan tinggi, khususnya di wilayah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal).

Prof. Abdunnur menegaskan, kerja sama ini bukan sekadar program rutin, tetapi starter program yang dapat direplikasi, meningkatkan partisipasi pendidikan tinggi di Kalimantan Timur (Kaltim), memperkuat posisi strategis UNMUL secara nasional, dan membangun sinergi berkelanjutan antara perguruan tinggi, pemerintah, dan sektor industri.

“Kemajuan institusi dan pembangunan daerah hanya dapat dicapai melalui kebersamaan, sinergi, dan kesatuan visi, baik di internal universitas maupun dengan mitra eksternal, demi misi besar membangun Kalimantan Timur (Kaltim) dan Indonesia secara berkelanjutan,” pungkas Prof. Abdunnur.

 

Penulis: Sigit Hadi Suyitno

Editor: Sulkarnain

Foto: Anandi Justika

Tanggal : 09 Februari 2026

UNMUL Kolaborasi Program KKN Sektor Minerba Pembangunan Desa