- Telepon : +(62) 811 555 1962
- Email : humas@unmul.ac.id
- Jam Kerja : Senin - Jumat : 08:00 - 16:00
Universitas Mulawarman
Anggota DPR RI Daerah Pemilihan (Dapil) Kalimantan Timur (Kaltim) dari Komisi XII, Syafruddin, S.Pd., menekankan pentingnya sinergi antara kebijakan pusat dan kesiapan daerah dalam menghadapi transisi energi nasional. Hal ini disampaikannya saat menjadi pembicara dalam Kuliah Umum di Fakultas Teknik (FT) Universitas Mulawarman (UNMUL), Kamis (30/4/2026).
Mengangkat tema "Ketahanan Energi Nasional Melalui Transisi Energi yang Berkeadilan, Berkelanjutan, dan Berbasis Potensi Daerah," Syafruddin menyoroti peran strategis Kalimantan Timur sebagai lumbung energi nasional yang kini tengah bertransformasi menuju energi bersih.
Syafruddin menekankan bahwa transisi energi di Kalimantan Timur harus dilakukan secara berkeadilan dengan mengoptimalkan potensi sumber daya lokal dan memperkuat sinergi bersama Universitas Mulawarman untuk mencetak SDM yang kompeten di sektor energi hijau. Melalui peran di Komisi XII DPR-RI, ia berkomitmen memastikan bahwa kebijakan energi nasional tidak hanya berorientasi pada keberlanjutan lingkungan, tetapi juga memberikan dampak ekonomi nyata serta kedaulatan bagi masyarakat daerah penghasil melalui pembangunan infrastruktur dan penguasaan teknologi yang inklusif.
Selain membahas kebijakan, Syafruddin juga melontarkan kritik terhadap sektor industri energi yang beroperasi di wilayah Kalimantan Timur. Ia menilai perhatian dan kontribusi perusahaan-perusahaan besar di sektor energi terhadap pengembangan infrastruktur serta kemajuan akademik di Universitas Mulawarman masih sangat minim.
"Sangat ironis jika Kalimantan Timur kaya akan sumber daya energi, namun industri yang mengeruk hasil bumi di sini kurang memberikan perhatian pada pembangunan UNMUL sebagai jantung intelektual daerah. Saya akan mendorong agar industri energi lebih nyata dalam memberikan dukungan, baik melalui riset maupun pengembangan fasilitas kampus," tegas Syafruddin.
Kuliah umum ini diharapkan dapat memperkuat jejaring antara legislatif dan akademisi untuk merumuskan kebijakan energi yang lebih inklusif sekaligus menuntut tanggung jawab sosial industri yang lebih besar bagi kemajuan pendidikan di Kalimantan Timur.
Kuliah umum ini diharapkan dapat memperkuat jejaring antara legislatif dan akademisi untuk merumuskan kebijakan energi yang lebih inklusif dan solutif bagi tantangan energi nasional di masa depan.
Tanggal : 30 April 2026