- Telepon : +(62) 811 555 1962
- Email : humas@unmul.ac.id
- Jam Kerja : Senin - Jumat : 08:00 - 16:00
Universitas Mulawarman
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Paser terus bergerak cepat dalam mewujudkan komitmen peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) lokal melalui program visi-misi Paser Tuntas. Salah satu langkah strategis yang kini tengah digodok adalah menjajaki kerja sama formal dengan Universitas Mulawarman (UNMUL) untuk menghadirkan Program Studi Di Luar Kampus Utama (PSDKU) di Tanah Grogot, Kabupaten Paser.
Langkah ini diambil oleh Pemkab Paser sebagai respons cepat dan solusi konkret untuk memastikan keberlanjutan pendidikan tinggi di Paser.
Wakil Bupati Paser, H. Ikhwan Antasari, S.Sos., menegaskan bahwa kehadiran kampus di daerah sendiri menjadi krusial. Hal ini mengingat tantangan geografis dan sosiologis masyarakat Paser yang secara psikologis dan finansial masih kerap terkendala jika harus menguliahkan anak-anak mereka ke luar daerah.
"Kami ingin memastikan program 'Satu Desa, Satu Sarjana' dapat berjalan dengan maksimal. Kami menyiapkan generasi-generasi terbaik untuk menjadi penerus estafet kepemimpinan di Kabupaten Paser di masa depan. Besar harapan kami, sinergi bersama UNMUL ini dapat membawa dampak kemajuan yang besar bagi daerah kami," ujar Wakil Bupati Paser.
Rektor UNMUL beserta jajaran Wakil Rektor dan para Dekan menyambut hangat kehadiran dan niat baik dari jajaran Pemkab Paser. Pihak UNMUL menyatakan kesiapannya untuk memfasilitasi kebutuhan makro SDM di Paser melalui skema Tridharma Perguruan Tinggi.
Terkait dengan rencana pembukaan PSDKU, Rektor UNMUL, Prof. Dr. Ir. H. Abdunnur, M.Si., IPU., ASEAN Eng., mengingatkan bahwa secara regulasi kementerian, program studi yang dibuka di daerah harus memiliki induk S1 di kampus utama. Saat ini, UNMUL memiliki 112 program studi secara keseluruhan dan sekitar 67 program studi S1 yang siap dikerjasamakan.
Namun, pihak UNMUL menyarankan agar dilakukan analisis kebutuhan dan survei minat terlebih dahulu agar program studi yang dibuka benar-benar tepat sasaran.
"Apakah nanti ke arah ekonomi, sospol, pertanian, atau perikanan kelautan, kami para dekan pada dasarnya siap. Yang terpenting adalah kita melihat potensi daerah dan minat terbanyak dari calon mahasiswa di Paser," ungkap Rektor.
Selain opsi pembukaan kampus cabang (PSDKU), UNMUL juga menawarkan alternatif kerja sama lain yang bersifat melembaga (institutional partnership). Salah satunya adalah pemberian kuota khusus bagi anak-anak Paser melalui rekomendasi resmi pemerintah daerah untuk berkuliah di fakultas-fakultas strategis kampus utama UNMUL, seperti Fakultas Kedokteran dan Fakultas Farmasi.
Dengan sistem komitmen ikatan dinas, para sarjana baru ini nantinya diwajibkan kembali untuk mengabdi dan membangun Kabupaten Paser setelah lulus.
Dalam pertemuan ini, Pemkab Paser mengonfirmasi bahwa aset infrastruktur berupa gedung bertingkat tiga yang representatif di daerah sudah siap untuk dialokasikan guna mendukung operasional perkuliahan.
Sebagai langkah konkret pasca-pertemuan ini, kedua belah pihak sepakat untuk:
Menurunkan tim khusus dari UNMUL untuk meninjau kelayakan lahan dan fasilitas gedung di Paser.
Menyusun Perjanjian Kerja Sama (PKS) teknis yang mengatur mekanisme sistem pembelajaran, akomodasi, hingga pemenuhan kebutuhan tenaga pendidik (dosen) dan kependidikan.
Menyelaraskan skema pembiayaan daerah (living cost dan UKT) guna mendukung keberlanjutan beasiswa penuh para mahasiswa.
Jika seluruh proses administrasi dan rekomendasi dari Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XI berjalan lancar, target dimulainya proses akademik baru ini diharapkan dapat terealisasi pada tahun akademik mendatang.
Penulis: Rijen Pabintan
Foto: Hartanto
Tanggal : 26 Mei 2026