Universitas Mulawarman

Berita

Images Images Images Images

Universitas Mulawarman

Seminar Nasional BKPSL di UNMUL Soroti Penguatan Pengawasan Lingkungan untuk Dukung IKN

Universitas Mulawarman (UNMUL) menjadi tuan rumah pelaksanaan Seminar Nasional dan Interkonferensi Badan Kerja Sama Pusat Studi Lingkungan Indonesia yang mengangkat tema “Penguatan Pengawasan dan Penindakan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam guna Mendukung Ibu Kota Nusantara (IKN)”, Senin (12/5/2026).

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Pusat Studi Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam UNMUL ini menghadirkan akademisi, praktisi lingkungan, pemerintah, hingga perwakilan lembaga dari berbagai daerah di Indonesia, baik secara luring maupun daring.

Ketua Panitia Pelaksana, Dr. Ir. Samsul Rijal, S.Pi., M.Si., IPU., dalam laporannya menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas antusiasme peserta yang hadir dari berbagai wilayah Nusantara. Ia menyebut seminar ini menjadi ruang kolaborasi penting dalam memperkuat pengelolaan lingkungan hidup di tengah pembangunan Ibu Kota Nusantara.

“Kegiatan ini dihadiri sekitar 20 hingga 30 Kepala Pusat Studi Lingkungan Hidup dari seluruh Indonesia, mulai dari Universitas Teuku Umar di Aceh hingga Universitas Papua,” ujarnya.

Selain itu, hadir pula sejumlah pejabat dan pemangku kepentingan, di antaranya perwakilan Kementerian Lingkungan Hidup, anggota DPR RI, jajaran Badan Kerja Sama Pusat Studi Lingkungan (BKPSL), Kepala Dinas Lingkungan Hidup di Kalimantan Timur (Kaltim), hingga unsur penegakan hukum lingkungan.

Menteri Lingkungan Hidup RI, Drs. Muh. Jumhur Hidayat, M.Si., dalam sambutannya menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat sipil dalam menyelesaikan persoalan lingkungan di Indonesia.

Menurutnya, isu lingkungan hidup harus menjadi arus utama dalam pembangunan nasional. Ia juga menyoroti pentingnya penguatan pengawasan serta penindakan terhadap pelanggaran lingkungan tanpa mengesampingkan solusi dan pendekatan kolaboratif.

“Ekonomi harus tetap berjalan, tetapi tidak boleh dilakukan dengan cara merusak lingkungan. Pemerintah ingin memastikan tidak ada generasi yang ditinggalkan dalam pembangunan,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua BKPSL Indonesia, Mahdi, S.P., M.Si., Ph.D., menjelaskan bahwa BKPSL merupakan wadah kolaborasi pusat studi lingkungan dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia yang berfokus pada riset, pendidikan, dan pengabdian masyarakat.

Ia menambahkan bahwa hasil interkonferensi nantinya akan dirumuskan menjadi rekomendasi kebijakan atau policy brief yang diserahkan kepada Kementerian Lingkungan Hidup dan Otorita IKN sebagai bentuk kontribusi akademik terhadap pembangunan berkelanjutan.

Rektor UNMUL, Prof. Dr. Ir. H. Abdunnur, M.Si., IPU., ASEAN Eng., dalam sambutannya menekankan bahwa seminar ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan bentuk komitmen nyata dalam memperkuat tata kelola lingkungan hidup di Indonesia.

Ia menilai selama ini banyak program lingkungan telah dirancang dengan baik, namun masih lemah pada aspek pengawasan dan penindakan.

“Perencanaan sering kali sudah bagus, tetapi pengawasan dan penindakannya masih menjadi tantangan utama. Karena itu, forum ini penting untuk memperkuat tata kelola lingkungan yang berkelanjutan, khususnya dalam mendukung pembangunan IKN,” kata Prof. Abdunnur.

Prof. Abdunnur juga menyampaikan kebanggaannya karena UNMUL dipercaya menjadi tuan rumah forum nasional tersebut melalui Pusat Studi Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam UNMUL.

Rangkaian kegiatan Seminar Nasional dan Interkonferensi BKPSL dijadwalkan berlangsung selama dua hari. Hari pertama diisi seminar nasional dan sesi konferensi, sedangkan hari kedua dilanjutkan dengan kunjungan lapangan ke kawasan Ibu Kota Nusantara sebagai bagian dari penguatan wawasan pengelolaan lingkungan berkelanjutan di kawasan ibu kota baru Indonesia.


Penulis: Tasya Dwi Namira dan Rijen Pabintan

Editor: Sulkarnain

Foto: Ahmad Baharuddin dan Nabil Daffa

Tanggal : 12 Mei 2026

BKPSL Pengawasan Lingkungan IKN UNMUL Seminar Nasional