- Telepon : +(62) 811 555 1962
- Email : humas@unmul.ac.id
- Jam Kerja : Senin - Jumat : 08:00 - 16:00
Universitas Mulawarman
Pelantikan Pengurus Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi (ASPIKOM) Koordinator Wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Barat (Kaltim-Kalbar) Periode 2025–2028 yang dirangkaikan dengan Kuliah Umum Ilmu Komunikasi di Universitas Mulawarman (UNMUL) menjadi momentum penguatan kolaborasi antar perguruan tinggi dalam menghadapi tantangan pendidikan dan industri komunikasi di era digital, Senin (8/6/2026).
Ketua ASPIKOM Kaltim-Kalbar, Dr. Silviana Purwanti, S.Sos., M.Si., menegaskan bahwa kolaborasi menjadi fokus utama kepengurusan yang baru. Menurutnya, sinergi antar program studi Ilmu Komunikasi di Kalimantan Timur dan Kalimantan Barat dapat diwujudkan melalui penelitian bersama, pengabdian kepada masyarakat, hingga pertukaran dosen dan mahasiswa antar kampus.
“Penelitian bersama, pengabdian bersama, dan juga mungkin saling bertukar dosen untuk mengajar. Siapa tahu ada peluang juga bagi mahasiswa untuk belajar di kampus lain,” ujar Dr. Silviana.
Selain memperkuat kerja sama akademik, ASPIKOM Kaltim-Kalbar juga mendorong pengembangan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan daerah dan perkembangan industri. Silviana menilai karakteristik wilayah Kalimantan dapat menjadi kekuatan dalam pengembangan kajian komunikasi lingkungan maupun komunikasi lintas budaya yang sesuai dengan kondisi lokal.
Sementara itu, Ketua Umum ASPIKOM, Prof. Dr. Anang Sujoko, S.Sos., M.Si., D.Comm., menekankan pentingnya peningkatan mutu pendidikan Ilmu Komunikasi di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital. Menurutnya, ASPIKOM memiliki peran dalam memastikan setiap program studi Ilmu Komunikasi di Indonesia mampu beradaptasi dengan perubahan melalui penguatan kurikulum, peningkatan kualitas dosen, dan perluasan jejaring mahasiswa.
“ASPIKOM memfasilitasi peningkatan mutu penyelenggaraan Ilmu Komunikasi, mulai dari kurikulum, sumber daya manusia, hingga pengembangan mahasiswa,” jelas Prof. Anang.
Prof. Anang juga menyoroti tantangan implementasi kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE) dan pemanfaatan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI), yang saat ini mulai mengubah lanskap komunikasi. Melalui keberadaan korwil di berbagai daerah, termasuk Kaltim-Kalbar, ASPIKOM diharapkan mampu menjembatani kebutuhan program studi sekaligus memperkecil kesenjangan pengembangan pendidikan komunikasi antarwilayah.
Melalui kepengurusan yang baru, ASPIKOM Kaltim-Kalbar diharapkan menjadi wadah kolaborasi yang mampu memperkuat jejaring akademik, meningkatkan kualitas pendidikan Ilmu Komunikasi, serta mendorong lahirnya inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan dunia industri.
Penulis: Tasya Dwi Namira
Editor: Sulkarnain
Foto: Nabil Daffa
Tanggal : 08 Juni 2026