Universitas Mulawarman

Berita

Images Images Images Images Images Images

Universitas Mulawarman

Rektor UNMUL Tekankan Penguatan Nilai Sosial dan Kepekaan Antar Sesama di Momen Ramadan

Dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadan dan mempererat tali silaturahmi, Universitas Mulawarman (UNMUL) menyelenggarakan acara Tausiyah dan Buka Puasa Bersama. Kegiatan yang berlangsung penuh khidmat ini digelar pada Minggu (1/3/2026) bertempat di Rumah Jabatan Rektor UNMUL. Acara yang dimulai sejak pukul 17.00 WITA ini tidak hanya dihadiri oleh keluarga besar Sivitas Akademika UNMUL, tetapi juga merekatkan kebersamaan dengan berbagai tokoh masyarakat dan organisasi kemasyarakatan di Kalimantan Timur (Kaltim). 

Dalam sambutannya, Rektor UNMUL, Prof. Dr. Ir. H. Abdunnur, M.Si., IPU., ASEAN Eng., menyampaikan apresiasi atas kehadiran seluruh mitra, stakeholder, Ikatan Keluarga Alumni (IKA), dan tokoh masyarakat. Ia menekankan bahwa esensi dari kegiatan ini lebih dari sekadar rutinitas berbuka puasa, melainkan sebagai wadah penguatan stabilitas daerah dan nilai-nilai sosial kemasyarakatan.

"Ini adalah dalam rangka silaturahim, membangun kebersamaan, dan saling mengingatkan di bulan Ramadan. Dengan membangun silaturahmi, Insya Allah selain menguatkan Habluminallah (hubungan dengan Allah), kita juga menguatkan Habluminannas (hubungan antarmanusia)," tutur Prof. Abdunnur.

Lebih lanjut, Rektor juga mengajak seluruh tamu undangan untuk menjadikan momen Ramadan sebagai titik tolak dalam meningkatkan kepedulian sosial. "Ini akan menguatkan kebersamaan di semua aspek. Kita harus mempunyai kepekaan terhadap insan, terhadap saudara-saudara kita yang mungkin tidak berkemampuan, sehingga kita bisa saling berbagi dan menguatkan," urai Prof. Abdunnur.

Pesan Puncak: Pengendalian Diri dan Menjadi Sahibul Qur'an Menjelang waktu berbuka, acara dilanjutkan dengan tausiyah agama yang disampaikan oleh Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kalimantan Timur (Kaltim), KH. Muhammad Rasyid. Mengutip Surah Al-Baqarah ayat 183 hingga 186, KH. Muhammad Rasyid memaparkan bahwa puasa adalah metode penyucian diri (tazkiyatun nafs) yang bermuara pada pengendalian keinginan hati."Inti ibadah puasa itu adalah kendali diri. Hanya ada satu pintu setan memasuki manusia, yaitu keinginan. Keinginan itulah yang harus dikendalikan agar kita senantiasa berada pada jalan kebenaran, dengan meletakkan seluruh keinginan kita di bawah kehendak Tuhan," urai KH. Muhammad Rasyid di hadapan para hadirin. 

Ia juga mengingatkan pentingnya berinteraksi dengan Al-Qur'an secara mendalam. Tidak sekadar membacanya, tetapi berusaha mencapai derajat Sahibul Qur'an—kondisi di mana nilai-nilai Al-Qur'an telah terinternalisasi dan menjadi pengontrol dalam setiap gerak, pikiran, dan pekerjaan sehari-hari.Acara silaturahmi ini kemudian ditutup dengan sesi zikir dan doa bersama sembari menunggu waktu magrib yang dipimpin oleh Dr. H. Durgin, M.Ed. Seluruh undangan tampak larut dalam kekhusyukan memohon keberkahan dan kebahagiaan dunia akhirat bagi seluruh civitas akademika dan masyarakat Kaltim, sebelum diakhiri dengan membatalkan puasa bersama dan ramah tamah.

 

Penulis: Muhammad Hisyam Nugroho

Editor: Sulkarnain

Foto: Aril Khaerul Imam

Tanggal : 02 Maret 2026

UNMUL Buka Puasa Bersama Momen Ramadan Kebersamaan Silaturahmi