Universitas Mulawarman

Berita

Images Images Images Images Images Images Images

Universitas Mulawarman

Rektor UNMUL dan MPR RI Serukan Aksi Nyata Hadapi Krisis Iklim dari Kaltim

Rindangnya pepohonan di Kampus Gunung Kelua, Universitas Mulawarman (UNMUL), menjadi saksi saat gelaran MPR Goes to Campus menyalakan semangat perubahan. Dari jantung Kalimantan Timur (Kaltim), wilayah yang kini memegang peranan vital bagi masa depan Indonesia. UNMUL memosisikan dirinya bukan sekadar tempat belajar, melainkan benteng pertahanan ekologi negeri, agenda ini berlangsung di ruang lecture theatre gedung Prof. Dr. H. Masjaya, M.Si., UNMUL Hub, Rabu (2/9/2026).

​Langkah ini ditegaskan langsung oleh Rektor UNMUL, Prof. Dr. Ir. H. Abdunnur, M.Si., IPU., ASEAN Eng., saat membuka acara. Di hadapan ratusan mahasiswa yang memadati aula, Rektor menyerukan agar sivitas akademika tidak tinggal diam menghadapi krisis iklim. Kajian akademis sangat dibutuhkan untuk mendorong masyarakat kampus terutama para mahasiswa agar mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pengendalian perubahan iklim dan transisi energi bersih," tegas Prof. Abdunnur.

​Penguatan gagasan juga datang dari Ir. Fachrizal Adnan, S.T., M.Sc., Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama yang menyoroti perlunya langkah nyata seperti adopsi kendaraan listrik sebagai investasi jangka panjang yang ramah lingkungan.

​Kebanggaan UNMUL kian terasa ketika Wakil Ketua MPR RI, Dr. Eddy Soeparno, S.H., M.H., melontarkan pantun penghormatan untuk UNMUL:

Hari Rabu paling pas hadir di Kampus UNMUL,

kampusnya megah dan teramat asri.

Saya kagum Universitas Mulawarman teramat unggul,

kampus kebanggaan seluruh anak negeri.

 

Melalui bait tersebut, Dr. Eddy membedah amanat Pasal 28H dan 33 UUD 1945. Ia memaparkan bahwa Indonesia tengah menyeimbangkan tiga hal krusial: Menargetkan pertumbuhan ekonomi 8 persen,memenuhi kebutuhan energi nasional dan menjaga keberlanjutan lingkungan.

 

Ia menyoroti beban subsidi energi yang mencapai 400 triliun rupiah di mana 63 persen di antaranya tidak tepat sasaran sehingga perlu dialihkan untuk membiayai energi terbarukan seperti surya, air, dan panas bumi. Di tengah masifnya pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur, UNMUL berdiri tegak mengawal ketahanan ekologi daerah. Menjawab hal itu, Dr. Eddy menegaskan bahwa pengawasan MPR RI akan diarahkan pada hilirisasi batu bara. Batu bara tak lagi dibakar habis untuk pembangkit listrik penyumbang emisi, melainkan diolah menjadi produk turunan bernilai tinggi untuk industri. Ekonomi Kaltim tetap bergerak maju tanpa harus mengorbankan hijau buminya.

 

​Melalui gelaran ini, UNMUL membuktikan peran historisnya di tahun 2026 yakni menjadi kompas moral, pusat gagasan, dan motor penggerak transisi energi demi menjaga bumi Kalimantan untuk generasi mendatang.

 

Penulis: Rijen Pabintan

Editor: Sulkarnain

Foto: Ahmad Baharuddin

Tanggal : 02 September 2026

UNMUL MPR RI Goes To Campus Kaltim Perubahan Iklim Kajian Akademis Krisis Iklim Transisi Energi