- Telepon : +(62) 811 555 1962
- Email : humas@unmul.ac.id
- Jam Kerja : Senin - Jumat : 08:00 - 16:00
Universitas Mulawarman
Unit Penunjang Akademik Bimbingan dan Konseling (UPA BK) Universitas Mulawarman (UNMUL) sukses menyelenggarakan Psikoedukasi "Conflict to Collaboration: Membangun Komunikasi dan Manajemen Konflik yang Efektif dalam Organisasi Mahasiswa, di Rektorat UNMUL, Ruang Rapat 3 Lantai 1, Kamis (9/7/2026). Kegiatan ini diikuti oleh beberapa mahasiswa perwakilan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) sebagai upaya membekali mahasiswa dengan keterampilan komunikasi, manajemen konflik, dan kolaborasi dalam kehidupan berorganisasi.
Psikoedukasi ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kemampuan mengelola konflik di lingkungan organisasi mahasiswa. Perbedaan pendapat, karakter, maupun cara kerja merupakan hal yang wajar dalam dinamika organisasi. Oleh karena itu, mahasiswa perlu memiliki keterampilan komunikasi yang efektif, regulasi emosi, dan kemampuan menyelesaikan konflik secara konstruktif agar tercipta organisasi yang sehat, harmonis, dan produktif.
Kegiatan dibuka dengan sambutan oleh Kepala UPA BK UNMUL, Dr. Andi Wahyu Irawan, M.Pd. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Plt. Kepala Biro Akademik dan Kemahasiswaan UNMUL, I Gede Sudarma, S.Sos., M.Si., yang memberikan apresiasi atas terselenggaranya psikoedukasi sebagai salah satu bentuk penguatan soft skills mahasiswa, khususnya dalam membangun komunikasi dan kerja sama di lingkungan organisasi kemahasiswaan.
Materi pertama disampaikan oleh Rika Aulia Sari, S.Psi., M.Psi., Psikolog., mengenai dinamika konflik dalam organisasi mahasiswa, faktor penyebab konflik, dampaknya terhadap individu maupun organisasi, gaya manajemen konflik, serta pentingnya regulasi emosi dalam menghadapi perbedaan. Selanjutnya, sesi kedua dipandu oleh Inggrid Delta Sintara, S.Psi., Psikolog, yang membahas strategi penyelesaian konflik melalui komunikasi asertif, negosiasi, kolaborasi tim, serta penerapan penyelesaian konflik melalui studi kasus.
Selama kegiatan berlangsung, peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi. Diskusi berlangsung secara interaktif dengan peserta yang aktif berbagi pengalaman selama berorganisasi, menyampaikan berbagai tantangan yang pernah dihadapi, serta mengajukan pertanyaan kepada narasumber. Antusiasme peserta semakin terlihat pada sesi studi kasus, ketika setiap kelompok berdiskusi untuk menganalisis permasalahan organisasi dan mempresentasikan hasil diskusinya. Beragam sudut pandang dan solusi yang disampaikan menunjukkan pentingnya komunikasi yang efektif serta kolaborasi dalam menyelesaikan konflik di lingkungan organisasi mahasiswa.
Selain penyampaian materi, kegiatan juga diisi dengan sesi diskusi kelompok, presentasi hasil studi kasus, simulasi penyelesaian konflik (role play), foto bersama, serta penyerahan sertifikat kepada narasumber sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi dan ilmu yang telah dibagikan kepada peserta.
Peserta memberikan respons yang positif terhadap pelaksanaan psikoedukasi ini. Mereka menilai materi yang disampaikan sangat relevan dengan dinamika organisasi mahasiswa dan memberikan wawasan serta keterampilan praktis yang dapat diterapkan dalam membangun komunikasi yang efektif, mengelola perbedaan pendapat, serta menyelesaikan konflik secara konstruktif.
Melalui kegiatan ini, UPA BK UNMUL berharap mahasiswa mampu membangun komunikasi yang lebih efektif, mengelola konflik secara konstruktif, serta memperkuat budaya kolaborasi di lingkungan organisasi mahasiswa. Sebagai tindak lanjut, UPA BK UNMUL akan melaksanakan program psikoedukasi di berbagai Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) fakultas guna memperluas jangkauan edukasi mengenai kesehatan psikologis, komunikasi, dan pengembangan soft skills bagi mahasiswa.
Tanggal : 20 Juli 2026