- Telepon : +(62) 811 555 1962
- Email : humas@unmul.ac.id
- Jam Kerja : Senin - Jumat : 08:00 - 16:00
Universitas Mulawarman
Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Mulawarman (UNMUL) mencatatkan sejarah baru dalam dunia pendidikan tinggi di Tanah Air. Menjawab tantangan zaman sekaligus memperkuat fondasi keilmuan bahasa di wilayah Ibu Kota Nusantara (IKN), FIB UNMUL resmi menggelar Uji Publik Kurikulum Program Studi (Prodi) S2 Magister Linguistik di Ballroom Hotel Mercure, Kamis, (8/10/2026).
Langkah ini menegaskan posisi UNMUL sebagai pionir, mengingat program studi Magister Linguistik tersebut merupakan yang pertama dan satu-satunya di Pulau Kalimantan, baik di tingkat Perguruan Tinggi Negeri (PTN) maupun Perguruan Tinggi Swasta (PTS).
Menjawab Dinamika Zaman dan Potensi Lokal
Acara diawali dengan laporan dari Wakil Dekan Bidang Akademik FIB UNMUL sekaligus Ketua Panitia, Dr. Mardliya Pratiwi Zamruddin, S.S, M.A.TESOL. Dalam laporannya, Dr. Mardliya menegaskan bahwa penyusunan kurikulum ini dirancang secara berjenjang dan komprehensif mulai dari review internal tim Task Force, pengujian mutu oleh Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (LPMPP) UNMUL, hingga puncaknya pada tahap uji publik.
"Kurikulum ini lahir sebagai langkah strategis FIB UNMUL guna menjawab kebutuhan pengembangan ilmu bahasa dan kajian linguistik lokal di kawasan Indonesia, khususnya dalam konteks dinamika Kalimantan Timur (Kaltim). Keterlibatan mitra dan stakeholders hari ini sangat krusial agar kurikulum adaptif terhadap teknologi bahasa, namun tetap mengakar pada kebutuhan nyata industri, riset, dan pendidikan," tegas Dr. Mardliya.
Pionir Layanan Pendidikan Tinggi di Kalimantan
Dekan FIB UNMUL, Prof. Dr. M. Bahri Arifin, M.Hum., secara resmi membuka kegiatan uji publik tersebut. Lewat bait-bait pantun yang hangat, Prof. Bahri menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh instansi, mitra kebudayaan, dan jajaran sivitas akademika yang hadir.
Prof. Bahri menekankan pentingnya kehadiran prodi baru ini dalam melengkapi layanan pendidikan tinggi di Kaltim, menyusul keberhasilan pembukaan Prodi Magister Kajian Budaya sebelumnya.
"Uji publik ini adalah fase akhir sekaligus momentum launching kepada masyarakat bahwa kita menyiapkan layanan pendidikan tinggi bidang linguistik terbaik. Ini adalah prodi Magister Linguistik pertama di seluruh Kalimantan. Kami berharap seluruh masukan yang konstruktif dari para mitra hari ini dapat makin memperkaya dan meningkatkan mutu layanan akademik kita," ujar Prof. Bahri.
Dukungan Mitra dan Harapan Komisi I DPRD Samarinda
Kegiatan ini turut dihadiri oleh berbagai pejabat instansi strategis, mulai dari perwakilan Balai Bahasa Provinsi Kaltim, Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XIV, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, hingga unsur legislatif. Ketua Komisi I DPRD Kota Samarinda, H. Samri Saputra, yang hadir mewakili Ketua DPRD Samarinda, memberikan apresiasi mendalam atas terobosan UNMUL. Dalam pesan dan kesannya, ia menekankan pentingnya relevansi kurikulum dengan tantangan era digital.
"Kami memberikan dukungan penuh. Masukan utama kami adalah pentingnya keseimbangan antara penguatan akademik dan kebutuhan praktis di lapangan. Selain penguasaan teori, mahasiswa perlu dibekali kemampuan relevan seperti perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI) dan digital linguistics. Berada di Kaltim, kurikulum ini juga harus memberi perhatian besar pada bahasa dan budaya lokal agar lulusannya berkontribusi nyata bagi pembangunan daerah," tutur H. Samri Saputra.
Penulis: Rijen Pabintan
Editor: Sulkarnain
Foto: Ahmad Baharuddin
Tanggal : 08 Oktober 2026