Universitas Mulawarman

Berita

Images Images Images

Universitas Mulawarman

Bulan K3, FKM UNMUL Gaungkan K3 Inklusif Lewat Kolaborasi Pendidikan dan Industri

Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Mulawarman (FKM UNMUL) terus memperkuat perannya dalam pengembangan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) melalui rangkaian kegiatan Bulan K3 tahun 2026. Mengusung tema nasional “Membangun Ekosistem Pembinaan dan Pelayanan K3 Nasional yang Inklusif, Kolaboratif, dan Berkelanjutan”, FKM UNMUL menegaskan pentingnya sinergi antara dunia pendidikan, masyarakat, dan industri.

Rangkaian kegiatan Bulan K3 FKM UNMUL diawali dengan program K3 Goes to School yang dilaksanakan di sejumlah SMA di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Dalam kegiatan ini, tim Departemen K3 FKM UNMUL memberikan edukasi pertolongan pertama dan pelatihan Cardiopulmonary Resuscitation (CPR) kepada siswa. Program ini bertujuan membangun kesadaran keselamatan sejak usia sekolah serta membekali generasi muda dengan keterampilan dasar penyelamatan nyawa.

Kegiatan Berikutnya yaitu Company Goes to Campus, yang dilaksanakan di lingkungan FKM UNMUL melalui kerja sama dengan PT Antareja Mahada Makmur (PT AMM). Agenda ini dirangkaikan dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) sebagai bentuk komitmen kolaborasi berkelanjutan dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat di sektor K3.

Dekan FKM Unmul, Prof. Dr. Iwan M. Ramdan, S.Kp., M.Kes., dalam sambutannya menegaskan bahwa tantangan K3 saat ini tidak bisa diselesaikan oleh satu sektor saja.

“Pembangunan K3 yang inklusif dan berkelanjutan membutuhkan kolaborasi nyata antara perguruan tinggi dan dunia industri. Kampus berperan menyiapkan SDM yang kompeten, sementara industri menjadi ruang praktik penerapan K3 yang sesungguhnya,” ujar Prof. Iwan.

Menurut Guru Besar FKM UNMUL, kolaborasi ini juga menjadi sarana pembelajaran kontekstual bagi mahasiswa agar mampu memahami persoalan K3 secara komprehensif, mulai dari aspek teknis hingga kepemimpinan dan kebijakan.

Selain penandatanganan MoU, kegiatan Company Goes to Campus juga diisi dengan seminar K3 yang dimoderatori oleh Alfia Nora Istina. Seminar menghadirkan sejumlah narasumber dari kalangan praktisi dan akademisi yang membahas isu strategis K3 di tempat kerja.

Andhika Dian R., dalam paparannya mengenai Emergency Response Plan (ERP), menekankan pentingnya kesiapsiagaan organisasi menghadapi situasi darurat.

“ERP bukan sekadar dokumen administratif, tetapi harus menjadi sistem hidup yang dipahami dan dilatih secara berkala oleh seluruh pekerja,” jelasnya.

Sementara itu, dr. Multazam mengangkat isu Tuberkulosis (TBC) dan HIV di tempat kerja, yang masih menjadi tantangan kesehatan kerja di Indonesia.

“Tempat kerja memiliki peran strategis dalam pencegahan TBC dan HIV melalui deteksi dini, edukasi, serta kebijakan yang tidak diskriminatif. Lingkungan kerja yang aman adalah hak semua pekerja,” tegasnya.

Narasumber lainnya, Agus Amirudin, membahas pentingnya Safety Leadership dalam membangun budaya keselamatan. Ia menekankan bahwa keselamatan tidak hanya bergantung pada prosedur, tetapi juga pada perilaku dan keteladanan pimpinan.

“Budaya keselamatan yang kuat lahir dari pemimpin yang hadir, konsisten, dan mampu menggerakkan orang lain untuk peduli terhadap keselamatan,” ungkapnya.

Melalui rangkaian kegiatan Bulan K3 ini, FKM UNMUL menegaskan komitmennya dalam membangun ekosistem K3 yang inklusif dan berkelanjutan. Kolaborasi dengan mitra industri diharapkan mampu memperkuat implementasi K3 di lapangan sekaligus meningkatkan kompetensi lulusan yang siap menghadapi tantangan dunia kerja. (*FKM UNMUL/hms/zul)

Tanggal : 05 Februari 2026

UNMUL FKM UNMUL Bulan K3 Pendidikan Industri