Dr. Bohari: Pemprov Kaltim Perlu Strategi Khusus


Dampak COVID-19 menghadapkan pemerintah pada dua dampak krusial yakni Kesehatan dan Perekonomian. Keduanya tidak dapat diabaikan karena memiliki peran sangat penting di tengah – tengah masyarakat. Meski begitu, Kalimantan Timur (Kaltim) masih memiliki fundamental perekonomian yang baik sehingga masih dapat bertahan dalam konidisi saat ini.

Hal tersebut diungkapkan Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat, Dr. Ir. H. Bohari Yusuf., M.Si saat diundang menjadi pembicara dalam acara Dialog Publika bertema Evaluasi Strategi Pembangunan Kaltim Selama Pandemi, yang dihelat TVRI Kaltim serta disiarkan secara Live Streaming.

“Dengan tren penularan yang sudah turun, Atas dasar hal itu kita harus membuat strategi khusus. Prioritas saat ini adalah bagaimana agar kesejahteraan masyarakat bisa pulih kembali ekonomi pun bisa tumbuh serta sektor pendidikan bisa berjalan dengan baik,” jelasnya. Senin, (20/09).

Di kesempatan yang dihadiri pula oleh Kepala Bappeda Kaltim, Prof. Dr. Ir. H. M. Aswin., MM dan Anggota Komisi III DPRD Kaltim, Ir. H. Muhammad Adam Sinte., MT itu, dirinya juga meminta agar masyarakat Kaltim tidak lalai dalam menerapkan Protokol Kesehatan, meskipun saat ini sebaran COVID – 19 sudah mulai melandai.

“Program vaksinasi juga tegasnya, harus dipercepat agar tercapai Herd Immunity dan ekonomi dapat berjalan dengan baik. Saya rasa itu adalah salah satu strategi yang bisa diterapkan. Skala prioritas perlu diterapkan dilengkapi dengan target yang sesuai dalam kondisi Pandemi dari Pemerintah Pusat, khususnya Pemerintah Provinsi Kaltim,” urainya. Akademisi dari FMIPA UNMUL ini juga mencermati komunikasi antara jajaran Eksekutif dan Legislatif sudah bersinergi dengan baik dalam menyikapi berbagai persoalan.

“Saya telah melihat sinergitas kedua lembaga ini sudah terjalin dengan baik. Namun tentu saja fungis legislatif tetap mengontrol program pemerintah yang bertujuan untuk kesejahteraan rakyat. Peran akademisi pada Proyeksi pembangunan di Kaltim diharapkan terus ada,” tutupnya. (hms/frn)

 

 

Published Date : 21/09/2021 23:59:00