Wisuda Gelombang II UNMUL Tahun 2018


Rapat Senat Terbuka dalam rangka Wisuda Universitas Mulawarman (UNMUL) Program Diploma, Sarjana, Profesi, dan Pascasarjana Gelombang II kembali dilaksanakan, Kamis (05/07). Pada prosesi ini, sebanyak 1.060 wisudawan dan wisudawati resmi menjadi alumni Kampus Hijau.

Dalam laporannya, Wakil Rektor Bidang Akademik UNMUL, Prof. Dr. Ir. Mustofa Agung Sardjono membacakan daftar lulusan terbaik tingkat Universitas. Lulusan program Pascasarjana diraih oleh Irma Masrurah dari Magister Ilmu Administrasi Negara dengan IPK 3.96 Predikat Dengan Pujian, Program Sarjana diraih Asdar Zulkiawan, Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi IPK 3.95 Predikat Dengan Pujian dan Helen Darawan meraih lulusan terbaik Program Diploma, Fakultas Farmasi IPK 3.61 Predikat Sangat Memuaskan.

Sementara dalam sambutannya, Prof. Dr. H. Masjaya, M.Si selaku Rektor UNMUL memberikan ucapan selamat kepada para wisudawan dan terkhusus terimakasih kepada para orangtua yang telah mempercayakan kampus UNMUL sebagai tempat anaknya mengenyam pendidikan tinggi. Ia juga menyampaikan, bahwa saat ini UNMUL telah berakreditasi A dari BAN-PT.

“Memang tidak mudah meraih akreditasi A, tapi jauh lebih sulit tentunya membuktikan ditengah-tengah masyarakat bagi para alumni. Jaga ilmu yang telah diterima dari bapak ibu dosen. Sehingga masyarakat berkata pantas UNMUL meraih akreditasi A karena para alumninya luar biasa,” ucap Rektor diikuti tepuk tangan wisudawan dan tamu undangan yang hadir.

Wisuda kali ini, lanjut Rektor, juga bertepatan dengan bulan Syawal. “Mari kita maknai bulan Syawal ini untuk peningkatan amal jariyah, aktivitas, dan pengabdian baik kepada orangtua, masyarakat dan almamater yang kita cintai,” imbuhnya.

Pada prosesi pindah kuncir toga kali ini turut dilaksanakan penyerahan Abdi Karya Universitas Mulawarman (AKU) 40 Tahun kepada para dosen yang sudah lama mengabdikan diri di UNMUL. “Pemberiaan penghargaan ini sengaja kami laksanakan saat wisuda karena ingin memberikan informasi sekaligus pnyemangat bagi civitas akademika lainnya,” pungkas Rektor.

Hadir memberikan orasi ilmiah, Rektor Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh, Prof. Dr. Ir. Samsul Rizal, M.Eng dengan judul “Meningkatkan Daya Saing Perguruan Tinggi di Daerah Menuju Universitas Bertaraf Internasional”. Ia mengatakan, dinamika perkembangan dunia saat ini sangat cepat dan menuntut agar kita semua siap dengan berbagai kemungkinan dan tantangan yang semakin lama semakin besar.

“Akses-akses internasional yang sudah mulai terbuka, tidak hanya memberi peluang akan tetapi juga menebar ancaman untuk eksistensi institusi dalam negeri Indonesia, tak terkecuali UNMUL dan Unsyiah. Oleh karena itu, jika kita tidak cukup sigap dan siap, maka segudang prestasi yang telah kita capai hari ini hanya akan menjadi sejarah dan masa lalu suatu hari nanti,” ujarnya.

Daya saing rendah, tambah Prof. Samsul, akan terlihat semakin parah seiring datangnya revolusi industri 4.0. “Maka idealnya negara kita membutuhkan lebih banyak lagi wirausahawan. Paling tidak jumlahnya tiga kali lipat dari jumlah yang ada saat ini. Disisi lain, kita juga membutuhkan sumber daya manusia intelektual, untuk menjawab berbagai tantangan di masa depan. Jika semangat berwirausaha dan kompetensi untuk berkreasi dan berinovasi dipadukan dalam sebuah sinergi, insya Allah, tantangan revolusi industri 4.0 tidak perlu ditakuti,” jelasnya mengakhiri pemaparan. (hms/rob)