UNMUL Siap Pertahankan Juara


Berambisi mengulang kejayaan dua tahun lalu sebagai juara umum, tim tari Universitas Mulawarman (UNMUL) siap tampil maksimal di Festival Tari Borneo (FTB) VII yang akan berlangsung 31 Oktober sampai tiga November di Universiti Putra Malaysia (UPM), Kampus Bintulu, Sarawak, Malaysia.

Festival tari prestisius antar Perguruan Tinggi negara serumpun di tanah Kalimantan, Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam itu, resmi dibuka Rabu malam,(31/10) di Dewan Sri Kenyalang, UPM dan tahun ini diikuti 13 tim tari . Sebelumnya, pelatih tim tari UNMUL, Ismed Rizal, SE.,M.Si saat ditemui Humas UNMUL menjelang gladi bersih menyatakan, persiapan optimal sudah dilakukan sejak lima bulan yang lalu.

“Fokus yang kita lakukan adalah pada aspek gerak tari maupun olah tubuhnya. Semua kita siapkan secara detail, sampai persiapan akhir masuk di garapan musik, penataan, persiapan properti dan berlanjut persiapan kostum dan sebagainya. Hingga sampai hari ini kita sudah di Bintulu dan siap memberikan yang terbaik,” ucapnya.

Nama baik universitas serta status sebagai juara bertahan pada gelaran FTB ke VI dua tahun yang lalu, diakuinya menjadi semangat dan pelecut daya juang para penari untuk kembali membawa nama harum kampus terbesar dan tertua di Kalimantan Timur (Kaltim) ini.

“Jumlah penari kita sebanyak 13 orang, digarapan ini juga kami harus didukung dengan musik dan pencahayaaan yang menunjang penampilan kami. Karena tarian yang akan dibawakan nanti berlatar belakang sejarah dan mengangkat tema lokal,” jelasnya.

Dua jenis tarian tuturnya, sudah dipersiapkan yakni tarian etnik Borneo dan tarian kreatif etnik Borneo. “Tarian etnik borneo adalah tarian asli yang memang kita punya dan sifatnya hanya dipersembahkan untuk para tamu undangan pada malam pembukaan. Sementara, tarian etnik kreatif adalah yang dipertandingkan yaitu kami membawakan tarian Yupa Bercahaya,” serunya.    

Tarian Yupa Bercahaya dipilih ungkapnya, karena akan mengangkat sebuah sejarah Kesultanan yang ada di Kaltim. “Saat ini sebagian orang awam hanya menganggap Kaltim sebagai sebuah pedalaman, namun kita punya sisi lain yang harus diketahui banyak orang. Dimana disana ada sebuah Kerajaan Mulawarman yang juga menjadi bagian dari nama universitas terbesar di Kaltim, itulah yang kita angkat dalam bentuk tarian nanti,” katanya.

Ditemui terpisah, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UNMUL, Dr. Ir. Encik Akhmad Syaifudin.,MP berharap delegasi UNMUL bisa kembali membawa pulang piala yang diraih tahun 2016 lalu.

Meski begitu, dikatakannya pada tahun ini persaingan semakin ketat dan professional. “Informasi dari panitia para juri berasal dari kalangan – kalangan profesional, mereka adalah orang – orang yang sangat memahami bagaimana tari menari,” urainya. Diketahui, pada tahun 2016 lalu, UNMUL sukses menjadi juara umum FTB ke VI setelah menyabet anugerah koreografi terbaik, busana terbaik, musik dan tari terbaik. (hms/frn)

 

Laporan Langsung Staf Humas UNMUL dari Bintulu, Negara Bagian Sarawak, Malaysia

Firdan Farezal, S.I.Kom