Tutup Rangkaian Kegiatan Hari Jadi ke 17, Gelar FPIK Berdzikir


Menutup serangkaian kegiatan dalam rangka hari jadi yang jatuh pada bulan Februari lalu, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Mulawarman (Unmul) melaksanakan FKIP Berdzikir bertema “Raih Kegemilangan Prestasi FPIK Unmul dengan Dzikir dan Syukur”.

Di Ruang Kerapu Kampus FPIK, setelah melakukan sholat sunnah Dhuha berjamaah, mengawali agenda inti, sebelumnya lantunan ayat suci Al-Quran secara bersama dilafazkan sebagai tanda khataman. Sabtu, (10/03).  Dekan FPIK Unmul, Dr. H. Iwan Suyatna, M.Sc., DEA mengungkapkan, acara Fakultas Berdzikir merupakan puncak kegiatan dalam memperingati hari jadi FPIK yang ke 17.

“Kami harus bersyukur bahwa hingga saat ini fakultas ini masih eksis. Tujuan dilakukannya beberapa aktivitas ini salah satu tujuannya adalah guna meningkatkan tali silaturahim kami semua. FPIK berdzikir ini merupakan agenda yang pertama dilakukan kampus, Insha Allah akan kami lanjutkan kembali di tahun mendatang,” katanya.

Tepat memasuki usia yang ke 17 tahun ini, Dekan berharap Fakultas Perikanan lebih maju, lebih dikenal dan dapat menghasilkan lulusan yang berkualitas. Setiap tahun jelasnya, akan diupayakan berlangsung berbagai kegiatan secara akademik dan sosial yang dilaksanakan mahasiswa maupun dosen atau kolaborasi keduanya baik di dalam maupun di luar Kampus.

Dalam tausiyahnya, sebagai penceramah Ustadz Bachtiar Yunus, S.H.I menyajikan topik pembahasan syukur dan sabar. Pimpinan Pondok Pesantren Ihya Ulumuddin Samarinda ini menganalogikan usia yang telah ditempuh fakultas, layaknya seorang manusia yang sudah menginjak umur dewasa yang semestinya makin baik perbuatannya.

“Di dalam hidup bersyukur dan bersabarlah kita. Di usia yang 17 tahun sudah semestinya kita semua harus semakin dewasa, baik di dalam ilmu, akhlak maupun di dalam beragama. Syukurlah lewat hati, lewat lisan dan lewat perbuatan,” tegasnya.

Kepada undangan yang mayoritas dihadiri para mahasiswa itu, Ustadz Bachtiar menegaskan manusia layaknya harus memiliki tiga kemampuan yang baik dalam hidup. “Manusia baru dikatakan hebat jika tiga hal ini bagus, adalah IQ nya bagus, EQ nya bagus, serta SQ nya mempertajam IQ dan EQ seseorang. Kalau SQ nya bagus maka otaknya akan tajam, akhlaknya pun akan tajam. Namun kalau tidak punya agama, hal ini akan menggerus IQ dan EQ seseorang,” serunya.

“Yang mengangkat ilmu kecerdasan dan akhlak seseorang adalah bergantung pada spiritualnya. Jika tidak baik spiritualnya maka ilmu dan akhlak yang dimilikinya akan menjadi buruk,” tambahnya.          

Seperti diketahui, 7 Februari 2018 lalu, FPIK Unmul resmi merayakan hari jadi ke 17. Berbagai acara telah berlangsung sukses diantaranya Seminar Nasional Tentang Konservasi Pesut Mahakam dari Sudut Pandang Perikanan, Diskusi Pedoman Etika Civitas Akademika FPIK Unmul, Pembahasan Borang Std3, Family Gathering, Pelantikan Kelembagaan Mahasiswa FPIK Unmul, Open Discusion FPIK, Festival Band, Jalan Santai, Perlombaan Mancing dan ditutup dengan Fakultas Berdzikir. (hms/frn)