Tim Tari Unmul Ikut Ambil Bagian dalam HUT TMII


Persembahkan Sendratari Legenda Danau Lipan

Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Taman Mini Indonesia Indonesia (TMII) yang ke 42. Tim tari Universitas Mulawarman (Unmul)  pemenang juara umum Festival Tari Borneo (FTB) VI 2016, mendapat kesempatan untuk dapat tampil dan berpartisipasi dalam memeriahkan HUT TMII yang ke 42, Kamis (20/04). Tim tari Unmul tampil di TMII sebagai untuk menjaga atau melestarikan kesenian, kebudayaan dan kearifan lokal.

Dalam sambutannya Rektor Unmul yang diwakili oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Dr. Ir. Encik Akhmad Syaifudin, MP, menyampaikan terima kasih kepada Kepala Anjungan Provinsi Kalimantan Timur yang sudah mengundang anak-anak kami, memberikan kesempatan kepada mereka dan hari ini merupakan sesuatu yang istimewa bisa tampil dalam HUT TMII. “Tampil di Jakarta adalah hal yang sangat menarik bagi mereka dan kesempatan ini adalah karena memberikan penghargaan kepada mereka (para penari FTB Unmul),”tuturnya.

Anak-anak kami, kata Dr. Encik, sudah mencapai prestasi juara untuk tingkat Internasional, tahun lalu  sebagai pemenang juara umum dan pemegang piala putaran dari Ketua Menteri Serawak. Perjuangan ini kami tidak bisa berdiri sendiri, banyak sekali sudah memberikan dukungan terutama kawan-kawan dari UPTD Taman Budaya Provinsi Kaltim. “UPTD Taman Budaya sudah sukarela meminjamkan baik propertinya maupun juga tenaga-tenaga tampilnya untuk mensuport anak-anak kami untuk berlatih. Alhamdulillah apa yang diberikan itu memang menunjukkan hasil yang mengembirakan”ujar Dosen Fakultas Pertanian Unmul ini.

Lebih lanjut, Dr. Encik mengatakan, bagi kami, apa yang kami lakukan itu tidak ada apa-apanya dibandingkan perjuangan untuk membangun bangsa ini. Jadi, apa yang kami lakukan adalah yang mampu kami kerjakan dan kami berusaha untuk mengupayakan apa yang bisa kita kerjakan untuk mengisi relung-relung yang kosong terutama relung seni budaya yang tentunya harus bercirikan pendidikan bagi Unmul yang harus diutamakan kemudian ciri kearifan lokal, dan yang kami angkat pada kesempatan itu adalah kearifan lokal tentang Legenda dari Danau Lipan.

Legenda Danau Lipan diangkat dari cerita Rakyat Muara Kaman, Kalimantan Timur, tenggelamnya kapal bangsawan China beserta prajuritnya karena keganasan Lipan jelmaan Aji Bidara Putih yang kemudian membentuk daratan dan danau yang disebut Danau Lipan. Tahun 1117-1166 Kerajaan Kutai Martapura diperintah oleh Seorang Maha Ratu bernama Mayang Mulawarmani atau yang dikenal dengan nama Putri Aji Bidara Putih, Putri yang cantik jelita, anggun pribadi serta bijaksana. Dalam cerita Bangsawan China melamar Aji Bidara Putih lamaran ditolak Bangsawan China beserta prajuritnya menyerbu Aji Bidara Putih. Aji Bidara Putih menciptakan Lipan jelmaan dari sepah sugi sirih. Bangsawan China beserta prajurit tenggelam karena keganasan Lipan jelmaan Aji Bidara Putih. Hanya satu yang diinginkan Sang Putri hargai adat yang ada, Raja yang adil serta bijaksana.

Sementara itu, Komite Seni Budaya Nusantara (KSBN) Brigjen. (Purn.) Hendarji Supanji, mengatakan TMII ini dibangun untuk membangun dan menciptakan nilai-nilai luhur kebangsaan. Kami mengapresiasi tingginya aktivitas di anjungan kaltim ini. Dari data selama kami membangun komunikasi dengan TMII dan seluruh anjungan tercatat sejak 2013 hingga sekarang anjungan Kaltim ini sudah tampil di acara-acara even luar negeri sampai 12 kali. “Kemudian di tahun 2016 kemarin anjungan Kaltim tampil sebanyak 34 kali di pesona Indonesia, 62 kali di even-even anjungan ini. Berarti anjungan Kaltim luar biasa dan sangat aktif dalam ikut mendarmabaktikan untuk bangsa dan Negara terutama dalam nilai-nilai seni dan budaya,”tegasnya.

Acara ini turut dihadiri oleh Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kaltim, Tokoh Adat Kaltim, Ikatan Polisi Mitra Masyarakat Indonesia (IPMMI), unsur-unsur terkait serta para pengunjung TMII. (hms/zul)