Segera Dirikan Prodi Bahasa Daerah, FIB UNMUL Gelar Lokakarya


Kamis (07/01), Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Mulawarman (UNMUL) melaksanakan Lokakarya guna menginisiasi pendirian Program Studi (Prodi) Bahasa daerah. Kegiatan yang terlaksana di Hotel Aston Samarinda ini dihadiri perwakilan dari pemerintah, akademisi dan komponen organisasi masyarakat Kalimantan Timur (Kaltim).

“FIB memiliki cita-cita ingin melestarikan bahasa daerah yang ada di Kaltim khusunya. Di Kaltim terdiri dari banyak bahasa daerah, diantaranya kutai, dayak, paser, berau, banjar, bugis dan sebagainya. Dengan demikian sumbangsih pemikiran bapak ibu dalam kegiatan ini sangat kami perlukan guna menentukan bahasa daerah mana yang akan dijadikan salah satu prodi baru kita nantinya,” tutur Satyawati Surya, S.Pd., M.Pd dalam laporannya sebagai Ketua Panitia.

Setali tiga uang, Dekan FIB UNMUL, Dr. H. Mursalim, M.Hum menyampaikan pendirian ini dilatarbelakangi oleh Pasal 3 UU Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional yang berfungsi mengembangkan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.

“Jumlah bahasa daerah yang ada di Kaltim ada 22. Kenapa kita penting melestasrikan bahasa daerah, karena bahasa daerah adalah identitas suku yang ada di Kaltim khususnya. Dari lokakarya ini kita bersama akan memutuskan bahasa daerah mana yang akan didirikan prodi di FIB,” ucapnya.

Rencana pendirian Prodi baru ini juga, lanjut Dr. Mursalim,  mendapat dukungan dari Gubernur Kaltim sebagai upaya untuk mendukung melestarikan bahasa daerah di Kaltim khususnya. “Pelaksanaan ini tidak terlepas dari peran aktif dari beberapa komponen masyarakat, pemerintahan maupun pihak akademik yang ada di Kaltim,” imbuhnya.  

Untuk diketahui, agenda ini menghadirkan para pembicara yang pakar dibidangnya. Diantaranya Prof. Dr. Abd. Rasyid Asba, M.A, Wakil Dekan II FIB Universitas Hasanuddin, Dr. Muhlis Hadrawi, S.S., M.Hum, Ketua Departemen Bahasa Daerah, FIB UNHAS, Yuli Fitrianto, S.Sos, perwakilan Balitbangda Provinsi Kaltim, dan Dr. Simon Defung Tokoh Masyarakat Dayak Kaltim. (hms/rob)

Foto : Robby Adhitya