Pertahankan Tradisi, Delegasikan Perwakilan di Parade Cinta Tanah Air


Ajang pada tingkat nasional tampaknya sudah menjadi tradisi bagi mahasiswa Universitas Mulawarman untuk ikut bersaing bersama Perguruan Tinggi lain. Proses seleksi tingkat regional Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) yang diikuti seluruh mahasiswa Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta telah dilalui hingga didapatkan hasil sebagai peserta yang berkak maju ke tahap selanjutnya di Jakarta.

Serupa dengan tahun lalu, delegasi almamater kuning kembali mengirimkan mahasiswa terbaiknya dalam Lomba Diskusi Parade Cinta Tanah Air (PCTA) 2017 bertema Dengan Semangat Bela Negara Generasi Muda Mampu Mengatasi Pengaruh Radikalisme,Terorisme dan Pengaruh Negatif Media serta Budaya Narkoba yang akan dihelat 4 hingga 8 September 2017 mendatang.                        

Sebagai delegasi, Yusriansyah dan Henny Sulistiawati, Mahasiswa Program Studi Ilmu Pemerintahan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, mengutarakan harapan agar Ilmu dan wawasan kebangsaan yang didapatkannya bisa semakin mendalam setelah mengikuti kompetisi ini. Target tiga besar nasional pun diusungnya pada lomba garapan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia tersebut.

“Berusaha untuk memperdalam wawasan kebangsaan, pertahanan, dan konstitusi. Selain itu mempelajari dan memahami situasi dan isu - isu terkini. Di final kemarin, pandangan kami mengenai oknum – oknum yang ingin mengubah ideologi pancasila disampaikan sekaligus pandangan kami terhadap media dan Undang – Undang (UU) Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)," kata Yusriansyah usai dinobatkan sebagai jawara pada ajang tahunan ini.

Acara yang diselenggarakan oleh Kementerian Pertahanan Republik Indonesia dengan Dinas Pendidikan Provinsi Kaltim ini betujuan untuk menanamkan dan meningkatkan jiwa cinta tanah air serta kesadaran bela negara kepada pelajar jenjang SMA/Sederajat dan Perguruan Tinggi di seluruh Indonesia.

Bentuk kegiatan lomba diskusi PCTA ini terdiri dari dua orang setiap timnya. Masing-masing kelompok secara panelis menjawab pertanyaan dalam bentuk argumen mengenai berbagai isu kebangsaan dan masalah sosial, politik, budaya, ekonomi serta kehidupan berbangsa dan bernegara. (hms/frn)