Mahasiswi Prodi HI Ini Ikuti Forum World Bank


Berawal dari menulis sebuah personal statement tentang kemajuan teknologi yang berhubungan dengan pendidikan dalam menghadapi globalisasi dan dampak perkembangan teknologi dalam kehidupan masyarakat global, ternyata mengantarkan Nor Anisa mahasiswi Program Studi (Prodi) Hubungan Internasional (HI) ke World Bank Forum Technology And Innovation Impact yang berlangsung di Washington DC, Amerika Serikat, (04/12) lalu.

Merupakan acara dan forum tahunan yang diadakan oleh World Bank Youth Summit, pada kesempatan ini wanita yang akrab disapa Nisa itu bersama peserta seluruh dunia yang terdiri dari para mahasiswa, pembisnis, dan konsultan perusahaan, agenda yg dilakukan diantaranya mengikuti workshop bertema “Transforming The Jobs And Skills Tomorrow, Leveraging Technology for Financial Inclusion, Igniting Youth Entrepreneurship”.

Teristimewa, forum ini dihadiri pula oleh President World Bank Dr. Jim Yong Kim dan partner perusahaan Intel, Microsoft, dan Google. Selain itu, Anisa di Email yang dikirimkan ke Humas Unmul juga bercerita, dirinya berkesempatan berbincang khusus bersama Professor Petkoski.

Beliau adalah seorang Dosen dan Senior Fellow di Wharton School, University of Pennsylvania dan berfungsi sebagai konsultan dan penasihat Bank Dunia, organisasi Negara-Negara Amerika, serta organisasi pembangunan lainnya.

“Dia merupakan pendiri dan managing Director Global CDL, beliau telah memegang berbagai posisi senior di Bank Dunia, termasuk Kepala Program Bisnis, Daya Saing dan Pengembangan. Dia juga memimpin pengembangan kapasitas dan pergerakan untuk jaringan aksi global, seperti jaringan MENA dan Afrika Responsible Business, “ungkapnya.

Di Forum ini, mahasiswi angkatan tahun 2014 itu tidak ketinggalan memberikan sebuah pernyataan berisi kritikan dihadapan para mahasiswa dari berbagai Negara. Di akhir forum, ia mengungkapkan dampak dari pengembangan teknologi yang dapat merugikan beberapa pihak.

“Menurut saya teknologi itu memiliki dampak teknologi, apalagi kemajuan Artificial Intelligent (AI) yang dapat merugikan pekerja dan buruh dimana AI akan menjadi pemenang di bandingkan manusia secara ekonomi,” tegasnya.

Youth Summit 2017 merupakan acara tahunan yang diadakan oleh World Bank Group (WBG) untuk terlibat dengan pemuda secara global pada topik yang paling mendesak yang dihadapi generasi mereka. 

Tujuan KTT ini adalah untuk memberdayakan kaum muda, rentang usia 18 sampai 35 tahun, guna menemukan gagasan inovatif untuk pembangunan dan menyediakan sebuah platform dialog antara pemuda, Kelompok Bank Dunia, dan masyarakat internasional. KTT ini merupakan pertemuan tahunan terbesar kaum muda di WBG. (hms/frn)