Mahasiswa UNMUL Penerima Hibah PKM-M Dikti 2018 Tanamkan Pendidikan Kesehatan


Dalam upaya melakukan pendidikan kesehatan pada anak sekolah dasar, mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Mulawarman (UNMUL) yang tergabung dalam tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) tahun 2018 melakukan kegiatan pengabdian masyarakat di SDN 001 Sungai Kunjang Samarinda. Kegiatan ini ditunjukan untuk menanamkan pendidikan karakter tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta konsumsi Pangan Jajan Anak Sekolah (PJAS) yang aman. Diketuai oleh Yakub Andriyadi dan terdiri dari anggota tim Wahnadita Rahman, Raudhatun Nisya, Dayang Arini serta di bimbing oleh Dosen FKM UNMUL yakni Dina Lusiana, S.KM, M.Kes.

Kegiatan berlangsung selama 3 hari, dari tanggal 27, 30 April dan 4 mei 2018. Diantaranya pelatihan bagi pemilik kantin mengenai pengelolaan kantin sehat sekolah standar adiwiyata, sosialisasi bagi siswa/siswi kelas V mengenai PHBS & PJAS, serta pelatihan Duta Siswa Sehat. “Rangkaian kegiatan yang telah dilaksanakan kami berharap dapat berdampak positif bagi kesehatan warga sekolah khususnya di lingkungan SDN 001 Sungai Kunjang Samarinda,” ucap Yakub.

Selain itu, tujuan diadakannya kegiatan ini juga untuk mendukung menerapkan sekolah berstandar adiwiyata, seperti yang dikatakan oleh salah satu guru SDN 001 Sungai Kunjang Samarinda, Hartiwi  S.Pd. “Dalam waktu dekat pihak sekolah akan mengikuti perlombaan sekolah standar  adiwiyata tingkat provinsi, jadi harapannya mahasiswa UNMUL mampu mendukung mewujudkan tujuan sekolah melalui kegiatan ini,” harapnya.

Nantinya, kegiatan ini akan diteruskan oleh siswa kelas V (lima) yang terpilih menjadi Duta Siswa Sehat yang dibimbing oleh Tim PKM-M UNMUL bersama pembimbing UKS. Dutas Siswa Sehat menjadi ujung tombak dalam upaya promosi kesehatan disekolah dan menjadi contoh teman-teman dalam menerapkan perilaku sehat.

Pembentukan Duta Siswa Sehat  ini tak lain adalah untuk membantu sekolah dalam upaya menciptakan sekolah yang sehat. Tugas dari Duta Siswa Sehat anatara lain, berani menegur penjual kantin yang mangambil makanan yang tidak menggunakan alat, menegur teman-teman yang makan tidak mencuci tangan ,menegur guru yang membuang sampah sembarang  juga mempromosikan PHBS dan PJAS yang aman bagi teman, guru, maupun pemilik kantin.

“Selama rangkaian kegiatan ini berlangsung dukungan dari pihak sekolah sangat dirasakan salah satunya adalah membantu dan mendukung penuh dalam pelaksanaan kegiatan. Feedback yang positif ini menjadi dorongan bagi kami untuk menanamkan pendidikan karakter bagi siswa dan siswi, karena usia sekolah dasar merupakan waktu yang tepat menanamkan hal postif agar terbawa hingga dewasa. Banyak hal bermanfaat yang dapat kami rasakan, kami sebagai mahasiswa dapat menambah ilmu dan pengalaman untuk dapat terus belajar dan mengabdi guna perbaikan kesehatan anak-anak di kota Samarinda,” pungkas Yakub. (hms/rob)