LP2M UNMUL Gelar FGD Bahas Membangun Industri Perunggasan di Kaltim


Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Mulawarman (UNMUL) Melaksanakan Focus Group Discussion (FGD). FGD ini bertemakan “Membangun Industri Perunggasan di Kalimantan Timur (Kaltim)”. Acara yang dihelat di Gedung LP2M Lantai 3 ini dihadiri oleh Para Dosen Fakultas Pertanian (Faperta), Dinas Peternakan Kaltim, praktisi perunggasan dan instansi-instansi yang terkait, Rabu (03/10).

Ketua LP2M UNMUL yang diwakili oleh Sekretaris LP2M UNMUL Prof. Dr. Enos Tangke Arung, S.Hut.,M.P menyampaikan dengan adanya FGD ini agar pihak-pihak yang mempunyai kaitan sangat erat hari ini bisa memberi masukan kepada Bu Julinda dan tim. “Semoga FGD ini bisa memberikan saran terkait bagaimana membangun industri unggas di Kaltim, dengan memanfaatkan sumber daya alam yang ada di Kaltim,” pintanya.

“Kita harus memanfaatkan sumber daya alam dengan melakukan berbagai inovasi dan penelitian dalam pemanfaatannya. Banyak orang luar tertarik untuk melakukan riset, kadang-kadang mereka riset di Indonesia lalu mereka bawa pulang ada yang diam-diam ada pula yang secara resmi mereka ambil genetiknya kemudian mereka kembangkan dan diolah di luar negeri terus mendapat hasil yang bagus lalu di jual ke Indonesia dengan harga yang berlipat-lipat dibanding harga kalau kita jual sumber daya alamnya di Indonesia. Kita ekspor banyak sekali keluar tapi datang barang jadi kemudian harganya mahal sekali. Kita punya sumber daya alam tapi tidak memanfaatkannya sebaik mungkin, orang lain yang memanfaatkan itu,” jelas Prof. Enos

Lebih lanjut Prof. Enos menambahkan, mungkin kita perlu melakukan kajian-kajian dan mudah-mudan pertemuan hari ini bisa memberikan banyak manfaat kepada yang hadir di FGD ini. “Saya berharap FGD ini bisa betul-betul mendapat masukan yang luar biasa terkait pemanfaatan sumber daya alam yang ada di Kaltim,” kata Prof. Enos.

Sementara Penanggung Jawab Program Calon Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (CPPBT) tahun 2018, Ir. Julinda R. Manullang, M.P menuturkan pada tahun 2018 telah meraih 2 proposal untuk Program CPPBT yang berasal dari Dirjen Inovasi Kemenristekdikti. “Dimana salah satu proposal yang lolos tahun 2018 itu, topiknya adalah terkait dengan peternakan. Jadi Program CPPBT ini adalah mempersiapkan hasil penelitian yang merupakan hilirisasi riset dari perguruan tinggi bisa diikuti dosen ataupun mahasiswa yang nantinya akan menghasilkan suatu produk inovasi yang dapat bermanfaat dan bisa memberikan solusi bagi masyarakat,” paparnya.

“Jadi produk yang sudah kita hilirisasi riset tadi adalah produk aditif pakan unggas yang berbasis tanamanan lokal kita yaitu daun tahongai. Produk itu kebetulan saya sendiri sebagai ketua timnya dan Prof. Enos juga mentor dari salah satu peneliti terbaik di UNMUL yang juga sebagai tim dari proposal CPPBT tersebut. Itulah yang mendasari kegiatan FGD tapi secara garis besar tantangan bidang perunggasan ini khususnya di Kaltim tidak sebatas bagaimana kita menghasilkan suatu produk inovasi,” pungkasnya.

“Makanya untuk tema kali ini untuk FGD bisa membuat tema yang bisa merangkum yang bisa hanya dari sisi pakan tapi bisa juga dari sisi bibit, kesehatan dan lain sebagainya yang kiranya nanti hasil dari FGD ini bisa memberi rujukan bagaimana kita membangun sebuah industri perunggasan di Kaltim. Besar harapan kami dari FGD ini apapun hasilnya bisa memberikan manfaat yang positif yang kita khususnya kepada peternak maupun kepada pemangku kebijakan ataupun para akademisi yang ada di UNMUL,” tutupnya. (hms/zul)