Imapa Persembahkan Ekspedisi Untuk Unmul


Untuk kesekian kalinya, Ikatan Mahasiswa Pecinta Alam Universitas Mulawarman (Imapa Unmul) melaksanakan kegiatan akbarnya setelah terakhir melaksanakan Ekspedisi Selatan (tebing Kota Baru Kalimantan Selatan) tahun 2012 dan Ekspedisi Seraung Celebes (Goa Maros Sulawesi Selatan) tahun 2009. Kali ini Imapa Unmul kembali berhasil melaksanakan Ekspedisi Mulawarman di dua daerah sekaligus yaitu Desa Panaan Kab. Berau dan di Kampung Long Melaham Kab. Mahakam Ulu.

Namun ada yang berbeda dari Ekspedisi sebelumnya, Ekspedisi Mulawarman ini merupakan persembahan Imapa Unmul untuk Universitas Mulawarman di usianya yang ke-55 pada bulan September lalu. Meski rencana keberangkatan anggota tim Ekspedisi Mulawarman sempat tertunda, dimana seharusnya keberangkatan dilaksanakan di awal bulan September akhirnya harus tertunda hingga akhir November akibat beberapa kendala.

Dimulai dari acara pelepasan peserta yang dilaksanakan di halaman Gedung SC pada sabtu pagi (18/11), sebanyak 7 peserta siap berangkat ke daerah tujuannya masing-masing. Divisi Penelusuran Goa yang terdiri dari 3 anggota melaksanakan penelusuran di Goa Lubang Gedung Desa Panaan dengan tujuan pemetakan lorong goa sepanjang 2,5 kilometer serta mendata biodata goa yang terdapat di dalam goa tersebut. Sedangkan Divisi Panjat Tebing melaksanakan panjat tebingnya di Tebing Dinding yang terdapat di Kampung Long Melaham Kabupaten Mahakam Ulu dengan tujuan melukan pemetaan jalur serta mengidentifikasi keberadan kuburan yang berada tepat di tengah tebing tersebut.

Sempat terkendala oleh kondisi cuaca, akhirnya tim divisi panjat tebing berhasil mencapai puncak tertinggi dan mengibarkan bendera Universitas Mulawarman di puncak tebing dinding yang memiliki ketinggian 130 meter tersebut pada hari senin sore pukul 17.20 Wita tanggal 27 November 2017. Posisi tebing yang berada tepat di pinggir sungai jalur transportasi utama warga di Mahakam ulu tersebut, sempat menjadi pusat perhatian saat kami sedang melakukan pemanjatan di tebing dinding tersebut. Selain itu, keberadaan lungun atau makam peninggalan nenek moyang suku dayak yang berada tepat di tengah tebing juga sempat kami dokumentasikan keberadaannya. Menurut cerita penduduk, lungun atau makam yang berada ditebing itu dulunya adalah makam orang-orang bangsawan. Sebelum agama masuk mereka menyimpan lungun di tengah tebing sebagai tradisi atau kebiasaan nenek moyang mereka.

Beda cerita dengan tim Penelusuran Goa, lokasi goa yang berada di ketinggian 800 mdpl cukup menguras tenaga hingga membutuhkan waktu selama dua hari perjalanan untuk mencapai titik lokasi. Memerlukan waktu 5 hari untuk menyelesaikan pemetaan lorong, ornamen-ornamen dan biodata goa yang ada.

Jauh sebelum keberangkatan, saat acara penyematan slayer anggota ekspedisi oleh ketua Imapa Unmul, Rabu(15/11), juga sempat dihadiri Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Dr. Ir. Encik Akhmad Syaifuddin. MP perwakilan dari Unmul, beliau mengapresiasi capaian kegiatan UKM Imapa Unmul selama ini khususnya untuk panjat dinding yang pernah menjadi ikon Imapa Unmul saat itu. Dalam kesempatan yang sama, beliau juga menyampaikan keinginannya agar kedepannya akan ada lomba panjat dinding tingkat universitas yang ada diseluruh Kalimantan hingga Malaysia dan Brunei yang diseleggarakan oleh Universitas Mulawarman. (*imapa/hms/rob)