Dihadiri Para Peneliti, Akademisi dan Profesional


Simposium III JPII/UNIID di UNMUL

Jaringan Perguruan Tinggi untuk pengembangan Infrastruktur Indonesia (JPII) atau University Network for Indonesia Infrastructure Development (UNIID) didukung PT. Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero) menggandeng Universitas Mulawarman (UNMUL) sebagai tuan rumah pelaksanaan Simposium ke III.

Kegiatan akbar tahunan ini berlangsung selama dua hari, Rabu, (12/09), hingga Kamis, (13/09) di Swiss – Belhotel, Balikpapan. Selain dihadiri oleh Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) terpilih, Dr. Ir. H. Isran Noor, M.Si bersama Direktur Utama PT. Penjaminan Infrastruktur Indonesia, Armand Hermawan, Ph.D sebagai Keynote Speaker, dalam aktivitas yang sama digelar pula tujuh parallel session dengan target 150 orang pemakalah yang terdiri dari peneliti, akademisi, professional dan pemangku kepentingan terkait dalam usaha pengembangan dan percepatan pembangunan infrastruktur.

Tema besar Simposium ini adalah “Pembangunan Infrastruktur Indonesia untuk Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi Nasional” dengan topik utama diantaranya manajemen aset dan infrastruktur berkelanjutan, infrastruktur dan pembangunan ekonomi, juga pengembangan Sumber Daya Manusia dalam bidang infrastruktur.

“Terima kasih kami sampaikan atas kepercayaan kepada UNMUL sebagai tuan rumah simposium ini. Kegiatan seperti ini menjadi ajang pertukaran informasi ilmiah dan penjajakan peluang proyek infrastruktur yang strategis, akan selalu kami sambut dengan gembira dan penuh semangat,” tutur Rektor UNMUL, Prof. Dr. H. Masjaya., M.Si

Simposium III UNIID 2018 ini diharapnya dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya kepada pembangunan infrastruktur di Indonesia, khususnya bagi perguruan tinggi yang tergabung dalam JPII.  Rektor pun menyambut baik tamu undangan yang hadir di acara ini.

Sejalan dengan Rektor, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerjasama dan Hubungan Masyarakat, Dr. Bohari Yusuf., M.Si sebagai penanggung jawab Simposium, didampingi Dekan Fakultas Teknik UNMUL, Muhammad Dahlan Balfas, S.T., M.T yang bertindak selaku Ketua Pelaksana Simposium III JPII mengungkapkan, kegiatan utama meliputi seminar nasional infrastruktur yang diikuti 38 pemakalah dari 16 perguruan tinggi dan litbang.

“Nanti ada pula Capacity  Building dari  PT.  Penjaminan Infrastruktur Indonesia dengan  topik  Pendekatan  Strategik  Procurement Decision untuk proyek infrastruktur, serta pengambilan keputusan strategis dalam pilihan pola investasi infrastruktur (the concept of value for money) dan bertindak sebagai narasumber Prof.Dr.Ing. habil. Andreas Wibowo dari RIHS-Agency for Research and Development Ministry of Public Works and Housing, dan diakhiri rapat anggota dan pengurus JPII/UNIID serta journal meeting,”urainya.

Dalam Simposium III dirinya menuturkan, bertujuan sebagai wadah pertukaran informasi yang merupakan sebuah upaya pengembangan dan percepatan pembangunan infrastruktur di Indonesia guna pencapaian daya saing kompetitif perekonomian. Selain itu tambahnya, guna mengumpulkan gagasan dan pandangan terkait cakupan topik dan mengimplementasikannya dalam sebuah publikasi untuk diterapkan di dunia praktis.

“Infrastruktur berperan penting dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Infrastruktur fisik dan sosial diharapkan dapat memberikan layanan yang optimal untuk kepentingan umum. Ketersediaan berbagai jenis infrastruktur utilitas, sarana dan prasarana, dan transportasi umum menjadi elemen dasar dalam peningkatan produktivitas perekonomian,” jelas Dr. Bohari.

Diketahui, di hari kedua Simposium, panitia mengagendakan melakukan kunjungan lapangan ke pembangunan jalan bebas hambatan pertama di Kalimantan yang saat ini sedang dalam tahap penyelesaian pembangunan menghubungkan Kota Balikpapan dan Kota Samarinda, Provinsi Kaltim dengan panjang 99 kilometer. (hms/frn)