Cegah PTM, Unmul Buka Posbindu di Kampus


Salah satu upaya akademisi Universitas Mulawarman (Unmul) untuk mengatasi pelbagai masalah Penyakit Tidak Menular (PTM) yang belum teratasi disampaikan dalam sebuah aksi nyata. Berlangsung di Ruang Rapat Satu Lantai Tiga Rektorat digelar sosialisasi pembentukan Pos Pembinaan Terpadu Penyakit Tidak Menular (Posbindu PTM) di Universitas Mulawarman (Unmul).

Peruntukan Posbindu PTM yang akan terletak di Klinik Fakultas Kedokteran (FK) Unmul itu, guna melakukan pencegahan sekaligus pengendalian PTM melalui deteksi dini dan pemantauan faktor – faktor risiko meliputi analisa tubuh seperti pemeriksaan gula darah, kolesterol, fungsi paru, IVA dan lainnya.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur yang diwakili dr. Ida Ayu Putu Widyastuti, sebagai narasumber menjelaskan, beberapa faktor risiko utama PTM akibat kebiasaan merokok, diet tidak sehat dan tidak berimbang, kurang aktivitas fisik, konsumsi alkohol serta stres yang mengakibatkan antara lain penyakit jantung, kanker, diabetes, osteoporosis serta gangguan mental.

“Faktor risiko PTM penduduk Indonesia misalnya diakibatkan konsumsi garam dan lemak berlebih, kurangnya konsumsi sayur juga buah, konsumsi rokok dan alkohol. Mari menuju masa muda sehat hari tua nikmat dengan perilaku cek kondisi kesehatan secara berkala, enyahkan asap rokok, rajin aktifitas fisik, diet sehat dengan kalori seimbang, istirahat yang cukup, dan kendalikan stress,” katanya.   

Posbindu PTM, tambah Ida Ayu, merupakan wujud peran serta masyarakat dalam kegiatan deteksi dini, pemantauan dan tindak lanjut dini faktor risiko PTM secara mandiri dan berkesinambungan. Sedangkan tujuannya guna meningkatkan kewaspadaan dini masyarakat terhadap faktor risiko PTM melalui pemberdayaan dan peran serta dalam deteksi dini, serta pemantauan faktor risiko PTM dan tindak lanjut dini.

“Tujuan dan sasaran Posbindu di tempat kerja agar faktor risiko PTM terkendali juga sebagai upaya deteksi dini, monitoring dan konseling secara rutin dan periodik. Sehingga kejadian PTM di masyarakat tidak meningkat,” terangnya.

Apresiasi tinggi diberikan Rektor Unmul, Prof. Dr. H. Masjaya., M.Si saat didaulat membuka acara secara resmi, Selasa, (11/07). Menurutnya, terobosan FK Unmul untuk membentuk Posbindo PTM di lingkungan kampus perlu didukung penuh. “Melakukan upaya pencegahan perlu dilakukan, karna kesehatan jadi modal utama dalam beraktivitas. Semua kesuksesan tidak bisa terjadi tanpa adanya kesehatan. Kami mendukung penuh aktivitas ini sehingga bisa berjalan bagus dan bisa dirasakan langsung manfaatnya. Karena salah satu peran kita adalah pengabdian pada masyarakat,” papar Rektor. (hms/frn)