Bahas Stroke Kaltim Hingga Alat Modifikasi dalam Kongres Internasional


Dosen FK UNMUL Jadi Delegasi Indonesia

Cakrawala eksistensi civitas akademika Universitas Mulawarman (UNMUL), pada ajang internasional tidak hanya dimiliki oleh mahasiswanya saja. Terbaru, dosen dan peneliti dari Fakultas Kedokteran (FK) UNMUL, Dr. dr. Arie Ibrahim SpBS(K) terbang ke Negeri Tirai Besi guna menjadi salah satu pembicara di seminar dunia.

Selama dua hari, terhitung mulai tanggal 21 sampai 22 April 2018 silam, mantan Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Kalimantan Timur (Kaltim) tersebut, jadi perwakilan Indonesia bahkan hanya ada dua dokter dari Asia Tenggara mengisi panggung di seminar internasional itu. Mantan Pembantu Dekan Bidang Kemahasiswaaan ini menjadi International invited speaker World Congress of Minimally Invasive Neurosurgery the 4th ISMINS di NN Institute Burdenko National Medical Research Center of Neurosurgery, Moskow.

Pada pertemuan ini, sebuah alat modifikasi turut pula disampaikannya. Alat yang dimaksud berupa tabung kerja transparan (transparent working health). Alat itu ditemukannya saat penelitian. Dia melakukan modifikasi yang dibuat dengan memotong thoracic tube steril 21 F dengan panjang 12 sentimeter dan diameter luar (OD) 7 mm, terbuat dari silastik, campuran silicon (polydimethyIsioxane) dan plastik. “Harga bahan silastik jauh lebih murah dari keramik atau besi. Mungkin sekitar seratus ribu. Banyak yang heran karena dengan biaya murah tetap bisa melakukan tindakan maksimal,” ucapnya.

“Fokus saya adalah tindakan neuroendoskopi modifikasi untuk penanganan stroke. Waktu pembedahan secara signifikan dalam prosedur neuroendoskopi modifikasi lebih pendek dibandingkan dengan kraniotomi. Harga alat yang digunakan pun lebih murah. Hal itu menarik perhatian dunia,” terangnya saat plenary session tentang topik Comparative Study Of Evacuation Spontaneous Ich Between Neuroendoscopy And Craniotomy disana.

Dokter spesialis bedah saraf konsultan di RSUD Abdul Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda itu mengungkapkan gagasan ini selama 15 menit presentasi dihadapan para praktisi dan peneliti seluruh dunia untuk sharing dan diskusi.  

Banyaknya kasus stroke di Indonesia juga dipertanyakan ahli dari negara lain pada seminar itu. dr. Arie mengatakan, stroke merupakan penyebab utama kematian pada semua umur, dengan proporsi 15,4 persen. Survei Kementerian Kesehatan RI terhadap 987.205 subjek dari 258.366 rumah tangga di 33 provinsi diperoleh, stroke merupakan penyebab kematian utama pada usia 45 tahun ke atas.

Setelah agenda inti dilaksanakan, Dr. Arie melanjutkan kegiatan wisata pengetahuan di Moskow. Yakni, mengunjungi pusat penelitian di NN Institute Burdenko didampingi langsung oleh sang Direktur Prof. Potapof dan para pembicara internasional lainnya.

Tidak ketinggalan dalam kesempatan ini dirinya memperkenalkan UNMUL dan Kaltim. “Akan lebih baik bila mengadakan joint research penelitian lintas universitas, bahkan negara. Pada kesempatan kemarin, saya gunakan untuk memperkenalkan Unmul dan Kaltim di mata dunia, semoga menjadi awal yang baik untuk kerjasama,” harapnya.

Diketahui, selain di Rusia, Kepala Laboratorium FK UNMUL ini pernah juga diundang berbicara di beberapa Negara. Dari India, Nepal hingga Vietnam. (hms/frn)