Bahas Potensi Laut, FPIK Unmul Helat Seminar Nasional


Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Mulawarman (Unmul) menggelar seminar nasional, Selasa (10/10). Kegiatan yang dilaksanakan di Auditorium Unmul ini dirangkai dengan pelantikan Forum Pemuda Bahari Indonesia (FPBI) Wilayah Kalimantan Timur (Kaltim) yang disaksikan oleh Civitas Akademika FPIK Unmul dan para tamu undangan lainnya.

Acara Seminar Nasional FPIK Unmul ini bertajuk “Strengthening Tropical Fisheries Management and Maritime Development in The Rain Forents Environment”. Kegiatan ini menghadirkan empat narasumber yang berkompeten, yakni Prof. Dr. Ir. Sulistiono, M.Sc Guru Besar dari IPB, Prof. Dr. Ir. A. Syafei Sidik, M.Sc Guru Besar FPIK Unmul, Dr. Ir. H. Zairin Zain, M.Si Kepala Bappeda Kaltim dan Dr. Gusti Noorlitaria Achmad, SE.,MM.

Dr. H. Bambang I. Gunawan, S.Pi., M.Si sebagai Ketua Panitia Seminar Nasional ini mengatakan bahwa seminar ini untuk mengeksplorasi potensi perikanan tropis berbasis lingkungan hutan hujan lembab. “Untuk meng-update pengetahuan dan teknologi terkait dengan pengelolaan perikanan tropis. Membangun platform untuk knowledge sharing bagi peneliti-peneliti dibidang perikanan tropis,”terangnya.

Sementara Dekan FPIK Unmul Dr. Ir. H. Iwan Suyatna, M.Sc., DEA menyatakan bahwa seminar nasional FPIK Unmul ini untuk mengembangkan dan memperkuat pembangungan di lingkungan hutan hujan lembab tropical rain forest tidak lain dan tidak bukan adalah untuk meningkatkan jaringan atau networking antara perguruan tinggi negeri dan swasta seluruh Indonesia khususnya Kemenristekdikti dan kementerian lainnya.

Dr. Iwan juga menambahkan kegiatan ini juga untuk meningkatkan layanan dan atmosfer pendidikan dalam rangka Unmul berakreditasi A. Ilmu pengetahuan dan teknologi sudah dan terus berkembang karena itu setiap orang akan terus berlomba untuk meningkatkan pengetahuan dan teknologi. “Namun demikian silaturahmi antara kita masih memerlukan ruang dan waktu, silaturahmi adalah kebudayaan masyarakat Indonesia tentu itu kita harus meningkatkannya seperti apa yang kita lakukan pada hari ini. Seperti mereka yang tergabung didalam FPBI ini semuanya memerlukan tuntunan, binaan dan edukasi dari kita semua, kami sebagai Pembina siap untuk berpartisipasi. FPIK Unmul begitu sadar dan sangat peduli serta memahami akan pendidikan yang merupakan bagian tupoksi lembaga dan kami akan terus berupaya untuk mengemban tugas ini,”jelasnya

“Secara kualitatif siapapun meyakini bahwa laut teritorial kita begitu luas dan apalagi ditambah dengan wilayah Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE). Namun demikian, luasnya laut Indonesia bukan berarti sumber daya pesisir dan laut tidak bisa habis dan tidak bisa rusak kenyataanya hari ini yang kita hadapi. Oleh karena itu, selain diperlukannya para pakar dan ahli untuk mengatasi hal tersebut tidak kalah pentingnya diperlukan berbagai pihak guna ikut berkontribusi untuk memberikan pengawasan, menjaga, memelihara dan melestarikan sumber daya pesisir dan laut. Dan kami rasa FPBI ini memiliki peran besar dan ikut bertanggung jawab melindungi dan mengembangkan kekayaan sumber daya pesisir laut sehingga pembentukan dan pelantikan anggota FPBI Wilayah Kaltim perlu kita dukung sepenuhnya, “urainya.

Rektor Unmul Prof. Dr. H. Masjaya, M.Si sebelum membuka acara menyampaikan seminar nasional yang dihadiri para pakar ini untuk membicarakan tentang maritim tropis, khususnya yang ada di Kalimantan dan mewujudkan impian pemerintah pusat menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia. Semoga seminar ini bermanfaat dan memberikan masukan. Mudah-mudahan pembicaraan dan diskusi kita pada hari ini Insha Allah akan bermanfaat terlebih lahirnya suatu lembaga Forum Pemuda Bahari Indonesia (FPBI) Wilayah Kalimantan Timur dan ini juga yang tak kalah pentingnya bagian yang sangat strategis untuk mewujudkan seluruh impian pemerintah termasuk impian yang dijadikan oleh panitia kegiatan seminar hari ini.

Yang menjadi fokus perhatian kita lanjut Prof. Masjaya adalah tidak terlepas dari dua agenda penting yaitu agenda nasional program sumber daya manusia kita menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia dan yang tak kalah menariknya adalah mengangkat dan mengkaji tentang apa yang menjadi visi misi atau Pola Ilmiah Pokok (PIP) Universitas Mulawarman yaitu tropical studies yang dikaitkan dengan maritim tropis.

“Kegiatan ini lebih menarik lagi dengan adanya pelantikan FPBI di Wilayah Kaltim yang bertugas mengangkat dan menjadi pionir dan penyelamat bahari lingkungannya yang menjadi persoalan kita pada saat ini. Potensi kelautan kita yang sangat cukup luas dari sisi potensi lautnya banyak sekali potensi-potensi yang bisa kita gali dan kita manfaatkan dan semoga di seminar ini melahirkan beberapa rekomendasi demi kemajuan bangsa dan Negara, “tegas Prof. Masjaya. (hms/zul)