Bahas Penerapan Pengembangan Teknologi Informasi dan Pembiayaan Bidang Kemahasiswaan, Unmul Gelar FGD


Universitas Mulawarman (Unmul) mengadakan Focus Group Discussion (FGD) yang membahas tentang penerapan pengembangan teknologi informasi dan pembiayaan bidang kemahasiswaan. Hadir dalam acara ini, para wakil rektor, para dekan fakultas, para wakil dekan fakultas, staff khusus wakil rektor, para kepala biro, kepala bagian dan kepala sub bagian di lingkungan Unmul.

Dalam laporannya Dr. Ir. Encik Akhmad Syaifudin, MP menyampaikan tujuan dari dilaksanakannya FGD ini adalah untuk saling silaturahim antar Civitas Akademika khususnya yang menyelenggarakan kegiatan-kegiatan kemahasiswaan di Unmul. “Sebagaimana yang kita pahami, bahwa kita memiliki berbagai kendala didalam pelaksanaan khususnya untuk mendukung raport kinerja Rektor Unmul terkait dengan pendataan prestasi kemahasiswaan dan juga nanti ada kaitannya dengan rencana penerapan Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI). Oleh karena itu, kami memandang penting mengenai pendataan ini karena isi dari SKPI itu pada dasarnya adalah kegiatan-kegiatan kemahasiswaan baik itu kokurikuler maupun ekstrakurikuler yang pernah dilaksanakan, “tutur Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni ini.

Lebih lanjut, Dr. Encik menambahkan, karena ini belum terlaksana dengan baik, dengan itu kami berupaya untuk bagaimana pada tahun ini kita akan mencoba. Jadi, hari ini dan besok kita merumuskan dulu kebijakan, kira-kira model seperti apa yang ingin kita coba, dikembangkan di Unmul sesuai dengan kondisi yang ada dan ini harapan kita yang tidak lain adalah agar bunyi Akreditasi A itu tidak sekedar bungkus tetapi juga isinya memang sebagaimana kita harapkan. Jadi, bungkus A maka isinya juga A. Kami dari kemahasiswaan berkomitmen untuk mendukung Unmul dalam hal ini menyelenggarakan kegiatan tersebut, supaya kejadian-kejadian yang sebelumnya bisa dikurangi.

“Kemudian terkait dengan mahasiswa berprestasi itu alhamdulillah Unmul sampai dengan bulan Oktober sudah mencapai 59 yang tercatat meraih prestasi yang setara emas, yang artinya sudah lebih dari itu. Yang kita harapkan dari kegiatan ini adalah kita memastikan akan membuat pencatatan secara digital untuk prestasi mahasiswa tapi nanti rumusannya kami minta sumbangsih atas pemikiran dan saran dari bapak dan ibu sekalian sangat berharga untuk pengembangan Unmul. Mudah-mudahan nanti kita semua bisa mengimplementasikan itu semua. Terima kasih atas semua dukungan yang sudah diberikan kepada kegiatan ini. Semoga kegiatan ini mencapai hasil yang maksimal” jelas Dosen Fakultas Pertanian Unmul ini.

Sementara, Rektor Unmul yang dalam kesempatan kali ini diwakili oleh Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Dr. Ir. Mustofa Agung Sardjono yang juga membuka acara FGD ini mengatakan agar kita mengikuti acara ini dengan baik, kegiatan bisa berjalan dengan lancar dan semuanya berakhir dengan apa yang kita harapkan. “Acara seperti FGD ini adalah acara yang strategic dalam arti kata bahwa memang sejak awal kami berada didalam jajaran pimpinan universitas kami senantiasa mendiskusikan bersama Rektor dan Para Wakil Rektor bagaimana kita bisa mengoptimalkan terutama peranan teknologi informasi dalam rangka mendukung keseluruhan kegiatan yang ada di Unmul. Karena kami berkaca dari berbagai atau banyak universitas yang telah lebih dulu maju baik didalam maupun luar negeri bahwa peranan IT amat sangat penting sekali baik dalam pertimbangan efisiensi maupun efektivitas dalam rangka peningkatan mutu dan kualitas baik pelayanan maupun output yang dihasilkan oleh proses belajar-mengajar yang ada di pendidikan tinggi, “tegas Prof. Agung.

Prof. Agung sangat menyadari bahwa peran itu sendiri untuk di Unmul masih belum optimal sepenuhnya. Beberapa waktu yang lalu kami juga berkesempatan kami juga meninjau beberapa kampus mulai Unpad, Undip, UGM dan UNY yang tampaknya merekapun sudah berlomba-lomba untuk terus meningkatkan peran dari teknologi informasi untuk mendukung proses yang ada di universitas maupun juga di fakultas dan seluruh unit kerja yang ada di universitas. Jadi, artinya bahwa bukan hanya pengembangan sistem tapi bagaimana mengintegrasikan sistem yang sudah dikembangkan itu menjadi satu kesatuan yang mampu untuk sekali digerakkan semua bisa terhubung dengan bagus.

Dan tak kalah pentingnya juga menurut Guru Besar Fakultas Kehutanan ini, adalah pembiayaan, perlu ada pengalokasian anggaran yang lebih sesuai dengan apa yang menjadi kebutuhan dalam rangka menjalankan roda kegiatan di perguruan tinggi. “Kita bisa lihat dimasing-masing unit kerja maupun juga di universitas apakah selama ini alokasi anggaran untuk kemahasiswaan sudah sesuai dengan kebutuhan, “pungkas Prof. Agung di Ballroom Hotel Blue Sky, Jumat (10/11). (hms/zul)