Apresiasi Pengabdian, Sampaikan Akreditasi ke Rektor Pertama


Refleksi Sejarah Perkembangan Unmul

Bersemangat. Satu kata tersebut terpancar dari raut wajah Prof. Dr. Ir. R. Sambas Wirakusumah., M.Sc, Rektor pertama Universitas Mulawarman (Unmul) periode 1972 hingga 1980. Betapa tidak, tepat 45 tahun lalu ingatannya seolah kembali setelah menerima kunjungan para pimpinan instansi tempatnya dulu mengabdi.

Sebuah cetakan sertifikat berbalut bingkai emas dengan ukuran 25.4 cm kali 38.1 cm menambah rasa haru mantan Atase Pendidikan dan Kebudayaan ini. Cetakan tersebut merupakan sebuah sertifikat akreditasi dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT) yang diserahkan langsung oleh Rektor Unmul, Prof. Dr. H. Masjaya., M.Si sebagai sebuah bukti pengakuan peringkat universitas yang saat ini telah terakreditasi A.

Bangga sudah pasti, di masa kepemimpinannya era 1972 silam, saat itu civitas akademika almamater kuning hanya memiliki 150 mahasiswa, sementara itu di akhir masa jabatannya tercatat jumlah mahasiswa sejumlah enam ribu orang. Beberapa hasil kerjanya yang saat ini bisa dirasakan manfaatnya adalah lahan seluas 70 Ha dan kini menjadi lokasi Kampus Gunung Kelua sebutan Unmul.

“Semua sudah banyak dicapai. Sekarang saya hanya bisa mengucapkan selamat. Saya titip Unmul kepada pimpinan yang baru,” tuturnya lirih.  

Bersama kolega, Rektor sengaja bertandang ke Jalan BDN Raya Nomor Lima, Cipete Selatan, Cilandak,  Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta, kediaman Prof. Sambas. Rabu, (02/08). Bersama Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. Ir. Mustofa Agung Sardjono, Wakil Rektor Bidang Umum, Sumberdaya Manusia dan Keuangan, Dr. Ir. H. Abdunnur., M.Si, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerjasama dan Hubungan Masyarakat, Dr. Bohari Yusuf., M.Si serta Kepala Sub Bagian Hubungan Masyarakat, M. Ihwan, S.Sos., M.AP, Rektor membuka obrolan dengan memperkenalkan diri dan mengisahkan beberapa capaian universitas.

“Posisi akreditasi Unmul juga sudah bisa membanggakan karena sekarang sudah pada posisi unggul yakni akreditasi A. Merupakan universitas dengan akreditasi tersebut yang pertama di Kalimantan, dan nomor dua di Indonesia Timur,” ungkap Rektor setelah menyerahkan sertifikat akreditasi.

Apresiasi tinggi juga disampaikan Rektor atas gagasan beliau terhadap keunggulan Unmul yang tidak dimiliki universitas lain yakni sebagai universitas berbasis Pola Ilmiah Pokok (PIP) hutan tropis lembab dan lingkungannya. Kekhasan universitas tersebut, diungkapkan Rektor sangat membantu promosi lembaga, salah satunya dalam hal bantuan dana pengembangan universitas.

“Terbaru, perlu kami laporkan karena dianggap memiliki keunggulan tersendiri dalam kajian hutan tropis lembab tersebut, saat ini Unmul telah mendapatkan bantuan dari Islamic Development Bank (IDB) untuk pembangunan infrastruktur maupun pengembangan SDM. Pilihan Prof Sambas saat itu menjadikan Unmul berbasis hutan tropis lembab merupakan pilihan jitu,” serunya.

Sebelum berpamitan, dalam kesempatan yang sama Rektor turut pula mengundang Prof. Sambas beserta Istri untuk menghadiri Dies Natalis ke 55 tahun Unmul yang diperingati pada bulan September mendatang. (hms/frn)